Image

HISTORIPEDIA: Thomas Jefferson Didaulat Menjadi Presiden Ketiga AS

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Jum'at, 17 Februari 2017 - 06:03 WIB
Presiden Ketiga AS, Thomas Jefferson. (Foto: Whitehouse.gov) Presiden Ketiga AS, Thomas Jefferson. (Foto: Whitehouse.gov)

PADA hari ini 17 Februari 1801, Thomas Jefferson secara resmi terpilih menjadi presiden ketiga Amerika Serikat (AS).

Thomas Jefferson memutuskan mencalonkan diri sebagai presiden pada 1800. Ia dianggap memiliki kompetensi untuk menjadi seorang presiden. Jefferson diketahui sebagai seseorang yang menyusun deklarasi kemerdekaan AS. Ia juga pernah bertugas di dua kongres kontinental atau pertemuan antardelegasi sebagai perwakilan untuk Prancis.

Jefferson juga diketahui pernah menjabat menjadi sekretaris negara di bawah pemerintahan Presiden George Washington. Ia juga tercatat sebagai Wakil Presiden AS mendampingi Presiden kedua John Adams.

Sebelum Thomas Jefferson resmi menjadi Presiden AS, terjadi sebuah konflik besar terkait para calon presiden antara Partai Demokrat dan Republik Federal. Thomas Jefferson kala itu didampingi Aaron Burr yang merupakan seorang federal sebagai wakilnya. Jefferson bertarung melawan federalis John Adams, Charles C Pinckney, dan John Jay.

Pertentangan tersebut terjadi antar-anggota Demokrat yang mendukung Prancis yaitu mereka yang terlibat dalam revolusi berdarah melawan anggota Republik Federalis yang pro-Inggris dan ingin menerapkan kebijakan serupa dengan Negara Ratu Elizabeth di AS.

Kelompok federalis akhirnya mengalah dan membiarkan Jefferson maju sebagai presiden. Mereka kemudian menganjurkan Jefferson membentuk pemerintahan yang kuat dalam militer dan sektor keuangan dengan mengembangkan industri di AS. Namun sebaliknya, Jefferson justru tidak menyukai saran tersebut. Ia lebih menyukai gaya pemerintahan terbatas, yang berfokus pada hak-hak murni negara dan ekonomi agraria.

Jefferson khawatir kelompok federalis akan meninggalkan cita-cita revolusioner dan kembali ke tradisi monarki Inggris. Saat masih menjabat menjadi sekretaris negara, Jefferson diketahui menentang proposal Treasury Hamilton yang berisi permintaan untuk meningkatkan pengeluaran dana militer. Kemudian ketika Presiden Washington mendukung rencana kelompok federalis terkait bank nasional AS, Jefferson dengan tegas memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Pada April 1800, akhirnya pemungutan suara pun digelar setelah melewati proses membingungkan serta melelahkan dengan penuh fitnah satu sama lain. Pada akhir Januari 1801, Jefferson dan Aaron Burr mendapatkan 73 suara sedangkan lawannya John Adams berada di urutan ketiga dengan 65 suara.

Meskipun Jefferson telah menang, kelompok federalis tak semerta-merta menerima keputusan tersebut dan menolak untuk mendukung Jefferson dan Burr. Tokoh berpengaruh dari kelompok federalis, Alexander Hamilton, yang memang dikenal membenci Jefferson berusaha membujuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk memberikan suaranya pada Burr agar menjadi seorang presiden. Namun, Burr sendiri menolak usulan tersebut dan mengakibatkan terjadinya pertentangan dan duel dari dua orang tersebut. Duel tersebut kemudian menjadi penyebab kematian Hamiltin pada 1804.

Tepat dua minggu sebelum pengukuhan Jefferson menang dengan suara terbanyak dan Burr ditetapkan sebagai wakil presiden AS. Satu kontingen tentara pedang mengawal sang presiden baru dalam prosesi pelantikannya pada 4 Maret 1801. Dalam pidato pelantikannya, Jefferson berusaha untuk meredam perbedaan politik dengan berkata "Kita semua masyarakat Republik, kita semua Federalis," ujarnya.

Sebagai presiden, Jefferson membuat beberapa konsesi untuk lawan-lawannya, termasuk meminta Hamilton untuk memperkuat Angkatan Laut Amerika. Pada 1801, Jefferson, mengirim skuadron angkatan laut dan marinir untuk menekan pembajakan Barbary terhadap pengiriman Amerika.

Ia kemudian mengurangi sepertiga utang nasional dengan mengakuisisi Wilayah Louisiana dan pendukungnya dari ekspedisi Lewis dan Clark serta membuka barat ke eksplorasi dan permukiman. Pemerintahan Jefferson berakhir dengan relatif stabil dan dianggap telah membawa kemakmuran. Kemudian pada 1804, ia terpilih untuk masa jabatan kedua.

Sistem pemungutan suara yang bermasalah dalam pemilihan pada 1800 kemudian diperbaiki oleh Amandemen ke-12 yang disahkan pada 1804. (rav)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming