Image

Astaga! Demi dapat Uang, Sepasang Ibu dan Anak Palsukan Kematian

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis, 16 Februari 2017 - 23:31 WIB
Ilustrasi. Kepolisian London, Inggris. (Foto: Getty Images) Ilustrasi. Kepolisian London, Inggris. (Foto: Getty Images)

BRIMINGHAM - Sungguh keterlaulan apa yang dilakukan sepasang ibu dan anak ini. Hanya karena ingin mendapatkan uang dalam jumlah besar dari pihak asuransi, keduanya kompak sengaja memalsukan laporan kematian.

Seorang remaja laki-laki yang baru berusia 18 tahun didampingi dengan walinya yang berusia 24 tahun menyodorkan sebuah dokumen kematian ibunya pada perusahaan asuransi guna mendapat uang ganti rugi. Dokumen tersebut menyebutkan ibu si remaja tewas akibat kecelakaan mobil di Zanzibar, Tanzania.

Mencium keanehan, pihak perusahaan asuransi yang menerima dokumen tersebut tak lantas percaya begitu saja. Mereka yang curiga kemudian memeriksa lebih lanjut dokumen tersebut. Setelah diketahui palsu, pihak asuransi langsung melaporkan kasus ini pada pihak berwajib.

Sebagaimana dinukil dari Mirror, Kamis (16/2/2017) ibu dari si remaja tersebut diketahui masih hidup dan bersembunyi di Kanada. Polisi kemudian segera menangkap remaja asal Walsall, West Mids tersebut. Sementara itu, ibu si remaja yang berusia 45 tahun turut dijemput paksa dari Kanada untuk kembali ke Brimingham.

Sepasang ibu dan anak tersebut ditahan atas dakwaan bekomplot dalam melakukan tindak penipuan dan pemalsuan dokumen. Sementara itu, wali yang mengantarkan si remaja belum ditahan dan masih sebatas dimintai keterangan karena belum memiliki cukup bukti yang menunjukkan keterlibatannya. Polisi juga menyembunyikan identitas baik si wali maupun para tersangka.

Pemalsuan dokumen tersebut dibuat pada Mei 2016. Dengan melakukan aksi itu, para pelaku berharap bisa mendapat uang asuransi sekira Rp2,4 miliar.

"Mereka mengklaim bahwa ibu si remaja telah meninggal dalam kecelakaan mobil di Zanzibar. Lalu mereka memberikan sertifikat kematian palsu. Perusahaan asuransi mencoba untuk memverifikasi kematian wanita di Zanzibar dan tidak ditemukan kasus tersebut. Mereka yang curiga kemudian memutuskan untuk tidak membayar klaim kematian tersebut," terang salah satu anggota Kepolisian London yang menangani kasus tersebut.

Kini sepasang ibu dan anak tersebut tengah menjalani persidangan untuk kasusnya. (rav)

(rfa)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming