Image

Diplomat KBRI Malaysia Temui WNI yang Diduga Terlibat Pembunuhan Kakak Tiri Kim Jong-un

Polisi Malaysia berjaga di depan unit forensik sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur. (Foto: AP)

Polisi Malaysia berjaga di depan unit forensik sebuah rumah sakit di Kuala Lumpur. (Foto: AP)

KUALA LUMPUR - Salah satu WNI asal Serang, Siti Aishah, diduga terlibat dalam pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam di Malaysia. Pasca-ditangkap Kepolisian Malaysia, para diplomat Indonesia pun telah menemui Siti.

Juru bicara kantor imigrasi Indonesia Agung Sampurno mengatakan, para pejabat dari KBRI di Kuala Lumpur telah bertemu dengan perempuan itu di negeri Selangor, di mana dia telah ditahan, dan memastikan keselamatannya.

"Para pejabat Indonesia diizinkan menemuinya tetapi tidak boleh mengajukan pertanyaan. Namun, tim tersebut dapat mengukuhkan bahwa Aisyah adalah warga Indonesia," kata Sampurno.

Ia mengatakan, halaman identitas paspor yang dimuat dalam media Indonesia adalah sama dengan paspor yang dipegangnya.

Direktur Jenderal Perlindungan Warga Indonesia di Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, Indonesia akan memastikan hak Aisyah dilindungi dan bahwa dia mendapat bantuan hukum.

Kepolisian Malaysia sekarang telah menangkap dua perempuan dan seorang pria atas pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, yang kabarnya diracuni oleh dua penyerang perempuan, Senin 13 Februari, ketika menunggu penerbangan di bandara Kuala Lumpur.

Kepolisian Malaysia mengatakan perempuan pertama yang mereka tangkap memegang paspor Vietnam. Juru bicara Wakil Kementerian Luar Negeri Vietnam Nguyen Phuong Tra mengatakan dalam pernyataan bahwa pihak berwenang Vietnam berkoordinasi dengan erat dengan Malaysia dalam kasus tersebut.

Sebuah situs berita Indonesia, mengatakan Aisyah pernah tinggal di daerah Tambora, Jakarta barat,selama kira-kira 10 tahun, kemudian pindah ke Malaysia tahun 2013 bersama suami dan anaknya. Situs itu mengutip wawancara dengan bekas tetangganya dan mengatakan dia pernah pulang ke Indonesia pada 2014 untuk mengurus perceraian.

Sampurno mengatakan data imigrasi menunjukkan bahwa Aisyah berkunjung ke Indonesia sebelumnya tahun ini dan kembali dengan kapal ke Johor, Malaysia, dari pulau Batam, Indonesia, pada 2 Februari.

Jutaan warga Indonesia bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga, pekerja bangunan dan perkebunan.

Para penyelidik di Malaysia sedang berusaha memperoleh informasi mengenai kematian Kim, yang telah menimbulkan gelombang spekulasi mengenai apakah Korea Utara mengirim regu pembunuh untuk membunuhnya.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x