Image

Indonesia Dukung Tujuh Prioritas Turki untuk MIKTA

Silviana Dharma, Jurnalis · Jum'at, 17 Februari 2017 - 16:04 WIB
Kelima Menlu MIKTA. (Foto: DFTA) Kelima Menlu MIKTA. (Foto: DFTA)

BONN – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi memiliki jam terbang yang amat padat. Bertepatan dengan pertemuan menlu G-20, Magister Hukum Uni Eropa itu juga menyempatkan diri menghadiri rapat MIKTA.

MIKTA merupakan singkatan dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia. Organisasi informal ini berawal dari inisiatif lima negara dengan perekonomian berkembang tersebut. Pembentukannya disahkan pada 17 September 2013 dalam pertemuan ke-68 Majelis Umum PBB. Tahun ini, MIKTA diketuai oleh Turki.

Turki menyampaikan tujuh prioritas program kerja MIKTA untuk sepanjang tahun ini. Ketujuh program tersebut, yaitu memerangi terorisme, mempererat kerjasama komersil dan ekonomi, energi, pembangunan berkelanjutan, memperjuangkan kesetaraan gender, beroperasi menjaga perdamaian dunia, serta membangun pemerintahan yang madani dan demokratis.

Indonesia pun menyatakan dukungannya atas tujuh prioritas program kerja tersebut. Dengan catatan harus ada kerjasama multilateral yang baik dalam pelaksanaannya.

Berkali-kali Menlu Retno menyoroti kebijakan negara-negara di dunia yang semakin inklusif. Semangat kerjasama internasional dan multilateral menurun, justru di saat dunia menghadapi berbagai tantangan global yang multidimensional dan ketidakpastian.

“Untuk itu, kerjasama multilateral yang kuat sangat dibutuhkan. MIKTA harus dapat menjadi contoh keberhasilan kerjasama multilateral itu dalam mengatasi berbagai tantangan bersama,” ucapnya.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming