Image

Astaga, Siswi SMK Tega Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkannya

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Jum'at, 17 Februari 2017 - 21:23 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

BOGOR - Jajaran Polresta Bogor Kota menangkap seorang siswi SMK berinisial DN (17) lantaran membunuh bayi yang baru dilahirkannya di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan pembunuhan tersebut terungkap saat seorang tetangga pelaku curiga melihat adanya ceceran darah di belakang rumahnya pada Selasa 3 Januari 2017. Setelah diikuti, darah tersebut mengarah ke sebuah ember bekas cat yang ada di dalam kamar mandi yang ternyata berisikan sesosok jasad bayi berjenis kelamin laki-laki, buah hati dari DN.

"Pihak keluarga lalu mengubur jasad bayi itu. Sejak itu, temuan bayi tersebut menjadi buah bibir warga sekitar hingga ada seorang warga melapor ke polisi karena curiga bayi itu dibunuh," katanya, Jumat (17/2/2017).

Mendapatkan laporan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dan memeriksa DN. Saat diperiksa pelaku memang mengakui bahwa bayi itu merupakan anaknya.

"Pelaku memang mengakui bahwa itu bayinya. Namun, katanya bayi itu sempat jatuh ke lantai kamar mandi sebelum dimasukkan ke dalam ember cat," tambah Suyudi.

DN pun mengaku bayi tersebut merupakan hasil hubungannya dengan seorang pria berinisial SD (24) yang baru dikenalnya melalui media sosial di wilayah Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.

"Pelaku mengaku bahwa sebelumnya dicekoki minuman keras oleh SD dan diperkosa di sebuah kandang ayam di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor," jelasnya.

Setelah itu, DN mengandung hasil hubungan diluar tersebut. Lantaran malu, DN pun akhirnya nekat membunuh bayi yang bari dilahirkannya dan dimasukan ke dalam ember bekas cat. "Motifnya karena malu masih berstatus siswi SMK tetapi sudah memiliki bayi. Dari situ DN tega membunuh bayi sendiri setelah melahirkan," paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 dan 341 KUHP Pasal 1 angka 1 UU RI No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. "Kita masih terus dalami kasus ini. Untuk pelaku akan dilakukan dengan peradilan anak karena masih di bawah umur," tutupnya. (aky)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming