Image

KPK Panggil Mantan Pembantu Atase Imigrasi KBRI di Malaysia

Putera Negara, Jurnalis · Senin, 20 Februari 2017 - 12:15 WIB
(Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone) (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA - Mantan Pembantu Atase Imigrasi KBRI Malaysia, Idul Adheman dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap penerbitan paspor Republik Indonesia dan proses penerbitan calling visa tahun 2013 sampai dengan 2016.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia Dwi Widodo (DW)," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (20/2/2017).

Sekadar diketahui, kasus yang melibatkan Dwi Widodo yang juga sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ini telah dilakukan penyelidikannya sejak pertengahan 2016 lalu. Kemudian proses penyidikan dilakukan sekitar pertengahan Januari 2017.

Dwi Widodo diduga menerima suap sebanyak Rp1 miliar dari perusahaan yang ada di Malaysia. Modus yang dilakukan Dwi adalah meminta sejumlah uang kepada pihak perusahaan sebagai agen atau makelar untuk memberikan sejumlah uang atas pembuatan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI)  di Malaysia.

Dwi ternyata memanfaatkan celah dari kebijakan KBRI untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam mengurus dokumen imigrasi. Kasus ini sendiri berbeda dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Ada dua pengurusan paspor dengan metode reach out yang merupakan mekanisme kebijakan kedutaan untuk upaya menjemput bola bagi para TKI yang bekerja dan tidak sempat mengurus ke kedutaan.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming