Share

Penyelesaian Adat soal Perselingkuhan di Mimika Berakhir Ricuh, Satu Tewas Dipanah

Saldi Hermanto, Okezone · Senin 20 Februari 2017 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 20 340 1623419 penyelesaian-adat-soal-perselingkuhan-di-mimika-berakhir-ricuh-satu-tewas-dipanah-r58LQmRpim.jpg Ilustrasi Bentrokan di Papua (Saldi/Okezone)

TIMIKA - Penyelesaian secara adat kasus perselingkuhan yang terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, berujung keributan yang mangakibatkan satu orang meninggal dunia. Penyelesaian secara adat ternyata belum mampu menyelesaikan kasus ini meski telah dimediasi oleh kepolisian setempat.

Berawal ketika pihak kepolisian, Senin (20/2/2017) sekitar pukul 09.45 WIT, mendatangi tempat dari suami kedua selaku pihak korban perselingkuhan. Kedatangan itu bertujuan untuk melanjutkan penyelesaian adat atas masalah perselingkuhan yang sudah terjadi. Selanjutnya bersama pihak korban bergeser mendatangi tempat suami pertama sebagai pihak pelaku untuk menyelesaikan permasalahan itu. Namun sebelumnya kedua belah pihak telah diimbau agar tidak membawa panah dan tidak melakukan tindakan anarkis.

Saat perjalanan bersama-sama menuju lokasi penyelesaian adat masalah perselingkuhan, terjadi tindakan anarkis yang diduga dilakukan warga dari pihak korban. Karena jumlah warga yang cukup banyak dan tidak dapat dibendung aparat kepolisian, akhirnya keributan tidak dapat dihindari, dan keributan mengakibatkan saling serang antar kedua belah pihak menggunakan panah.

"Tetapi tadi mungkin ada provokator, pihak kepolisian di tengah-tengah juga tadi, namun dari belakang dan samping ada yang berteriak dan memancing kemarahan dari kedua pihak, dan jadilah insiden yang menyebabkan satu korban," kata Kabagops Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia saat diwawancara di lokasi kejadian.

Keributan yang terjadi mengakibatkan satu orang bernama Marthen Mom alias Ateng dari pihak pelaku, terkena anak panah di bagian dada kiri (jantung), dan meninggal dunia setelah sempat dievakuasi petugas ke RSMM Charitas.

"Kondisi korban, tadi dia kena panah di jantung, bagian dada kiri. Tadi kita masih lihat tidak (meninggal di tempat), patroli masih sempat antar ke rumah sakit, dan saat dirumah sakit meninggal," jelas Punia.

Usai keributan yang terjadi, pihak kepolisian setempat kini telah menyiagakan anggotanya di Kwamki Narama untuk mengantisipasi adanya aksi-aksi penyerangan pasca meninggalnya Ateng.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini