nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Filipina: China Janji Tidak Reklamasi Pulau di LCS

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 23 Februari 2017 19:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 23 18 1626527 filipina-china-janji-tidak-reklamasi-pulau-di-lcs-XGzbI10vRE.jpg Presiden China Xi Jinping (Foto: Wu Hong/Reuters)

MANILA – Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay mengatakan, Presiden China Xi Jinping sudah berjanji kepada Presiden Rodrigo Roa Duterte untuk tidak melakukan pembangunan di salah satu pulau artifisial di Laut China Selatan (LCS).

Yasay menambahkan, janji tersebut dibuat ketika Duterte bertemu dengan Xi Jinping di Beijing pada Oktober 2016. Janji dilontarkan setelah Manila mengangkat isu tersebut sebagai respons atas laporan intelijen Amerika Serikat (AS) bahwa China mengirim kapal keruk ke Laut China Selatan.

“Presiden Xi sudah berjanji kepada Presiden Duterte bahwa mereka tidak akan mereklamasi dan membangun infrastruktur di Gugus Karang Scarborough,” tutur Perfecto Yasay, dinukil dari Reuters, Kamis (23/2/2017).

Kunjungan tersebut membawa kabar baik bagi Filipina. China juga sudah mengizinkan nelayan-nelayan Filipina kembali menangkap ikan di Scarborough. Sebelumnya, China mengambil alih kontrol di area tersebut sejak 2012 dan melarang nelayan-nelayan dari sejumlah negara, termasuk Filipina untuk masuk serta menangkap di wilayah kaya ikan itu.

Perfecto Yasay mengatakan, akan terjadi perubahan besar-besaran jika China melanggar janjinya. Namun, ia percaya Negeri Tirai Bambu akan mematuhi kata-katanya sendiri. Juru bicara Kementerian China Geng Shuang menyatakan, kedua negara mencapai konsensus penting selama kunjungan Duterte ke Beijing untuk mengatasi sengketa dan mengejar pembangunan bersama.

“Kedua pihak sudah kembali ke jalur yang benar dari konsultasi bilateral yang ramah untuk secara tepat menangani isu Laut China Selatan. Kerjasama antara kedua negara di seluruh bidang sedang berkembang,” ujar Geng Shuang.

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan berdasarkan nine dashed lines atau sembilan garis putus-putus. Negeri Panda bahkan semakin agresif dengan membangun pulau-pulau artifisial di wilayah tersebut. Klaim China itu tumpang tindih dengan klaim dari Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan, dan Brunei Darussalam.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini