Image

Tolak Pembangunan Reklamasi, Nelayan Tradisional Muara Angke Demo di PTUN Jakarta

Putera Negara, Jurnalis · Kamis 23 Februari 2017, 15:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 02 23 338 1626318 tolak-pembangunan-reklamasi-nelayan-tradisional-muara-angke-demo-di-ptun-jakarta-5ODWLNVMYy.jpg Nelayan tradisional Muara Angke saat demonstrasi di PTUN Jakarta (Foto: Putera Negara/Okezone)

JAKARTA - Komunitas Nelayan Tradisional (KNT) Muara Angke menggelar aksi di Gedung Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Pulogebang, Jakarta Timur. Mereka menggelar aksi agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membatalkan pembangunan pulau reklamasi di Jakarta Utara.

Salah satu perwakilan KNT, Khalil Bin Charlin, menegaskan bahwa sangat menolak proyek pembangunan reklamasi tersebut. Pasalnya, hal tersebut sangat merugikan para nelayan.

"Menolak keras reklamasi. Karena dampaknya membunuh kehidupan masa depan nelayan," kata Khalil di Gedung PTUN, Pulogebang, Jakarta Timur, Kamis (23/2/2017).

Saat ini, kata Khalil, nelayan sudah kesulitan mencari ikan. Padahal mata pencaharian itu menjadi satu-satunya pemasukan untuk menghidupi diri dan keluarga.

Selama 3 tahun ini, Khalil menyatakan pendapatannya sebagai nelayan tradisional menurun drastis. Sehingga, bisa dikatakan sudah sangat kesusahan dalam menghidupi keluarganya.

"Nelayan kecil mana bisa ke tengah, karena di pinggiran sudah direklamasi. Kami menjerit kelaparan dan kebingungan," ujarnya.

Aksi demonstrasi KNT itu menyusul agenda sidang gugatan lanjutan di PTUN Jakarta yang sudah masuk pada tahap penyerahan kesimpulan. Dengan spanduk penolakan, sekira 50 orang itu menyampaikan aspirasinya di depan Gedung PTUN.

Mereka menggugat Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tentang pemberian izin pelaksanaan reklamasi Pulau F, I, dan K.

Proses sidang sendiri hingga saat ini masih diskorsing lantaran pihak tergugat masih belum datang ke dalam persidangan.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini