Dalam Dua Tahun, Mahasiswa Bisa Raih Gelar Sarjana di Inggris

Afriani Susanti , Okezone · Minggu 26 Februari 2017 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 25 65 1628091 dalam-dua-tahun-mahasiswa-bisa-raih-gelar-sarjana-di-inggris-P5YIiC6Dp0.jpg Foto: Dok. BBC

INGGRIS – Inggris dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki kualitas terbaik di dunia. Tidak heran jika negara yang dipimpin oleh Ratu Elizabeth II tersebut kerap menjadi pilihan studi pelajar internasional.

Dengan kualitas pendidikan terbaik, biaya kuliah di Inggris pun dipatok dengan biaya yang tidak sedikit. Namun kali ini, Inggris kembali memberlakukan sistem pendidikan yang baru. Bagi mahasiswa jenjang sarjana (S-1), mereka biasanya akan menghabiskan waktu tiga tahun untuk menyelesaikan studi. Namun kini, masa studi tersebut bisa dipangkas hanya menjadi dua tahun.

Dengan masa studi yang singkat tersebut, para mahasiswa pun harus membawa biaya kuliah yang jauh lebih besar. Menurut Menteri Pendidikan Tinggi Inggris, Jo Johnson, mengatakan pemangkasan masa studi tersebut dinilai adil karena tidak mengurangi kualitas sedikit pun.

“Tidak ada pengurangan kredit,atau pengurangan kualitas. Masih dengan standar yang sama, kualitas yang sama, tapi periode studi dan meningkatkan pelibatan dengan banyak sumber data, di mana dibutuhkan pengakuan dalam struktur pembiayaan,” ungkapnya seperti dinukil dari laman BBC, Minggu (26/2/2017).

Sistem pendidikan ini akan menguntungkan para siswa. Pasalnya, mereka akan lebih banyak menyimpan biaya yang digunakan untuk hidup di sana. Sementara itu, Russell Group mengatakan bahwa tidak ada efek negatif dari sistem ini.

“Atau kompromi dalam pengalaman mahasiswa jenjang sarjana,” jelasnya.

Dengan sistem baru pendidikan ini, perlu usaha untuk bisa mempromosikannya. Namun, ada juga sedikit dukungan keuangan yang lebih intensif, jika ingin menjalani sistem pendidikan yang cepat ini.

Proposal ini nantinya akan disampaikan pada 2020. Sehingga, memungkinkan perguruan tinggi untuk menandatangani sistem pendidikan pengurangan masa studi ini dan tetap menerima pembayaran yang sama seperti pendidikan jenjang sarjana sebelumnya yakni tiga tahun.

Dengan adanya sistem pendidikan yang baru ini, ada hal-hal yang dapat mengurangi waktu untuk terhubung dengan sejumlah perkuliahan. Mahasiswa juga nantinya hanya akan menerima beberapa jam seminar serta perkulihaan dalam seminggu, serta pada liburan panjang dan Natal.

Mr Johnson menambahkan, dengan adanya sistem studi yang baru ini, maka akan memberikan alternatif bagi mereka yang menginginkan pendekatan yang berbeda dalam pembelajaran selama tiga tahun ini.

“Seperti misalnya seseorang yang sudah memasuki usia akhir dua puluhan dan tidak ingin melanjutkan studi, di mana mereka seharusnya sudah bekerja, tapi kesempatan ini bisa melatih keterampilan yang tidak mereka punya,” tambahnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini