Image

Dipanggil Pengadilan Terkait Skandal Istri, Capres Prancis Tolak Mundur

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu, 1 Maret 2017 - 22:02 WIB
Calon Presiden Prancis Francois Fillon (Foto: Christian Hartmann/Reuters) Calon Presiden Prancis Francois Fillon (Foto: Christian Hartmann/Reuters)

PARIS – Calon Presiden (Capres) Prancis Francois Fillon mendapat surat pemanggilan dari pihak pengadilan. Kandidat dari Partai Republik itu wajib memenuhi panggilan pemeriksaan atas skandal pekerjaan fiktif pada 15 Maret 2017.

Pria berusia 62 tahun itu pernah berjanji akan mundur jika terbukti bersalah sudah menggaji istrinya Penelope Fillon untuk sebuah pekerjaan fiktif. Namun, Francois Fillon menjilat ludahnya sendiri seraya bersikeras untuk tetap maju sebagai capres Prancis.

“Saya tidak akan mundur. Saya tidak akan menyerah. Saya tidak akan menarik diri. Saya akan berjuang hingga akhir,” tutur mantan Perdana Menteri Prancis itu, mengutip dari Sky News, Rabu (1/3/2017).

Francois Fillon mengatakan tuduhan tersebut adalah upaya penuh perhitungan untuk menghentikan langkahnya sebagai calon penghuni Istana Elysee, Istana Kepresidenan Prancis. Kendati demikian, mantan anggota parlemen itu mengatakan akan bekerja sama dengan pihak penyidik.

Skandal tersebut menyeruak setelah tabloid Le Canard menyebut Penelope Fillon tidak banyak bekerja selama bertugas sebagai asisten pribadi suaminya saat menjadi legislator di parlemen. Perempuan kelahiran Wales itu diupah sebesar EUR600 ribu (setara Rp8,5 miliar). Hal yang lumrah di Prancis bila anggota parlemen mempekerjakan pihak keluarganya sebagai asisten pribadi.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming