Image

Mahasiswa Minta Tak Ada Campur Tangan Asing di Papua

Feri Agus Setyawan, Jurnalis · Jum'at 03 Maret 2017, 14:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 03 338 1633818 mahasiswa-minta-tak-ada-campur-tangan-asing-di-papua-nhCLYPLWT5.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Indonesia  (AMPI) turun ke jalan di Bundaran Patung Kuda, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (3/3/2017). Mereka menolak campur tangan asing dalam persoalan Papua dan Indonesia.

"Kami meminta kepada negara-negara asing menghentikan provokasi mahasiswa Papua untuk memisahkan diri dari Indonesia," kata Koordinator Aksi Ali Loilatu.

Menurut Ali, Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua. Sehingga, lanjutnya, jangan biarkan bangsa asing memecah belah Papua, mengobok-obok Indonesia hanya demi menguasai sumber daya alam Indonesia.

Ali mengatakan, biarkan Indonesia menyelesaikan masalah sendiri tanpa ada campur tangan bangsa lain di bumi cendrawasih tersebut. Persoalan Papua adalah persoalan dalam negeri Indonesia. "Tidak pantas dijual ke bangsa asing demi uang," ujarnya.

Lebih lanjut, Ali mengingatkan pemerintah tak terjebak skenario asing untuk membawa masalah Papua dengan melibatkan negara lain. Mereka hanya menginginkan sumber daya alam dengan memecah belah bangsa Indonesia.

Menurut Ali, pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah berkomitmen membangun Papua. Bahkan, perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur sudah mulai menampakkan hasil yang menggembirakan.

"Mereka yang menginginkan orang asing untuk ikut dalam penyelesaian papua sesungguhnya adalah orang-orang yang berjiwa kerdil bermental penjajah," tegasnya.

Ali menduga ada segelintir ‘antek asing’ yang ingin merusak mimpi anak-anak Papua mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Ia pun menyerukan agar masyarakat Papua bersatu padu melawan intervensi asing di Papua.

"Tuntutan kemerdekaan Papua sama saja menghancurkan mimpi anak-anak Papua untuk hidup sejajar dan berdampingan dengan anak-anak Indonesia di daerah lain," tandasnya.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini