Hilangnya MH370, Tragedi dengan Sejumlah Misteri

Emirald Julio, Okezone · Rabu 08 Maret 2017 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 08 18 1637809 hilangnya-mh370-tragedi-dengan-sejumlah-misteri-Je8p7AY5wK.jpg Salah satu kerabat korban MH370 menyalakan lilin untuk mengenang para korban (Foto: AFP/Getty Images)

KUALA LUMPUR – Tiga tahun sudah pesawat MH370 hilang tanpa jejak. Sejumlah misteri terus membayangi keberadaan pesawat tersebut dan masih menjadi duka bagi para keluarga korban.

Sejumlah teori muncul terkait mengapa pesawat itu hilang. Salah satunya adalah mengenai masalah kelistrikan dalam pesawat. Sebagaimana dilansir dari News.com Australia, Rabu (8/3/2017) laporan Australian Defence Science and Technology (Departemen sains dan teknologi) yang menyebut adanya kegagalan listrik pada pesawat Boeing 777-200ER yang hilang pada 8 Maret 2014. Kegagalan listrik itu diduga memicu matinya transponder. Hal inilah yang kemudian diduga menyebabkan pesawat tidak terdeteksi radar hingga akhirnya tak bisa berkomunikasi, kehabisan bahan bakar, dan akhirnya jatuh.

Selain itu masih ada teori mengenai penumpang gelap yang diklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya pesawat itu. Teori itu diungkap oleh pendiri perusahaan teknologi pertahanan Unicorn Aerospace, Andre Milne. Teorinya berfokus di dalam jumlah total orang di dalam pesawat tersebut. Sayangnya teori itu dipatahkan oleh pihak penyidik dan kembali membuat tragedi MH370 menjadi misteri.

Tidak hanya diam dan menunggu, pihak keluarga korban juga mengambil langkah hukum kepada pihak Boeing selaku semanufaktur pesawat MH370 mereka menggunakan laporan gangguan listrik di dalam pesawat sebagai dasar gugatan. Gugatan tersebut secara resmi didaftarkan oleh Gregory Keith yang merupakan administrator khusus bagi keluarga penumpang MH370. Tercatat, 44 keluarga penumpang bergabung dalam gugatan tersebut. Pihak Boeing sendiri masih menolak untuk berkomentar terkait tuntutan para keluarga korban.

Sementara itu, 15 keluarga penumpang MH370 asal China juga berniat mengajukan tuntutan terhadap Malaysia Airlines (MAS). Media lokal melaporkan MAS dianggap telah lalai sehingga menyebabkan keluarga mereka hilang dan kerugian psikologis pada keluarga korban yang ditinggalkan. Mereka juga menuntut MAS membayar ganti rugi atas uang yang mereka keluarkan untuk melakukan pencarian MH370 secara pribadi yang besarnya sekira USD15 juta.

Selain itu di tengah peringatan tiga tahun hilangnya MH370, walau masih ada misteri yang masih belum terungkap pihak Malaysia, China, dan Australia terpaksa mengakhiri pencarian tersebut usai selama tiga tahun tidak berhasil menemukan lokasi pasti pesawat tersebut. Puing-puing yang tersebar di banyak lokasi makin mempersulit pencarian hingga dana yang harus dikucurkan dalam jumlah besar memaksa ketiga negara menghentikan pencarian.

Namun, Menteri Perhubungan Malaysia Liow Ting Lai menegaskan jika ada bukti baru yang kredibel maka penyelidikan akan dilanjutkan. Ia juga menambahkan, laporan terakhir dari tim penyelidik internasional terkait MH370 akan dirilis tepat setahun setelah penyelidikan itu dihentikan.

(emj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini