Kasihan, Puluhan Pedagang di Tanjungpinang Gulung Tikar

Agregasi Antara, · Rabu 08 Maret 2017 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 08 340 1637243 kasihan-puluhan-pedagang-di-tanjungpinang-gulung-tikar-c7M2rbNVUb.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

TANJUNGPINANG - Puluhan pedagang di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa gulung tikar karena barang yang dijual tidak laku.

Salah seorang pedagang makanan, Joni mengatakan, usaha yang dibangunnya sekitar setahun yang lalu juga dalam kondisi krisis, karena belum mampu bersaing.

"Terlalu banyak pedagang makanan, sehingga masyarakat banyak pilihan. Kami terpaksa bertahan dalam kondisi merugi agar ada kegiatan," ujarnya, Rabu (8/3/2017).

Kondisi yang sama juga dialami pedagang pakaian dan lainnya di kawasan Kota Lama Tanjungpinang. Banyak toko pakaian yang tutup di kompleks pertokoan Bestari Mal dan Bintan Mal.

"Terlalu banyak toko pakaian di Tanjungpinang, harga bersaing. Konsumen memiliki banyak pilihan untuk memilih pakaian yang murah dan berkualitas," ujarnya.

Menanggapi permasalahan itu, Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang Reni mengatakan perekonomian di kota ini semakin lesu dalam dua tahun terakhir saat anggaran daerah defisit.

Menurut dia, pengaruh anggaran daerah terhadap perekonomian di Tanjungpinang sangat besar. Karena itu, daya beli menjadi rendah ketika anggaran defisit, dan kegiatan pemerintahan banyak yang tidak dilaksanakan.

"Perekonomian di Tanjungpinang itu sangat dipengaruhi anggaran daerah. Karena itu, daya beli lemah pada saat kegiatan pemerintahan belum dilaksanakan," katanya.

Indikator lainnya yang menyebabkan puluhan toko di Kota Lama gulung tikar yakni kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir sepi. Bahkan seperti "kawasan mati" jika malam hari karena tidak ada aktivitas.

"Saya berharap Kota Lama dihidupkan kembali oleh pemerintah, perekonomian Tanjungpinang dulu berpusat di kawasan itu mulai subuh hingga malam hari," ucapnya.

Baru-baru ini, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah berdialog dengan pedagang kaki lima untuk membangun kembali perdagangan di Kota Lama. Konsep yang akan dibangun yakni Mobile Shop sehingga menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.

"Kami berupaya sektor perekonomian di Kota Lama dengan tetap mengedepankan keindahan," ujar Lis.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini