Image

Pelaku Penembakan di Aceh Belum Ditangkap, Polisi: Tim Sedang Bekerja Keras

Rayful Mudassir, Jurnalis · Kamis, 9 Maret 2017 - 14:34 WIB
Polisi menggelar razia di Lhokseumawe usai aksi penembakan dilakukan OTK di Aceh Timur dan Pidie (Rahmad/Antara) Polisi menggelar razia di Lhokseumawe usai aksi penembakan dilakukan OTK di Aceh Timur dan Pidie (Rahmad/Antara)

BANDA ACEH - Personel kepolisian di Aceh masih mencari pelaku penembakan dua warga sipil di Peunaron, Kabupaten Aceh Timur dan posko tim pemenangan calon bupati Pidie. Tim kini sudah disebar ke berbagai titik untuk memperkecil ruang gerak pelaku.

"Tim sedang berkerja keras, belum ada perkembangan (terkait pencarian)," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Goenawan kepada Okezone di Banda Aceh, Kamis (9/3/2017).

Polri sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki sekaligus mencari penembakan di Aceh yang diduga terkait pilkada. Densus 88 Antiteror ikut dikerahkan.

Setelah selesai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Tim Inafis, fokus pencarian pelaku dilakukan di sejumlah titik, tujuannya agar membatasi ruang gerak pelaku dari tempat kejadian perkara.

Goenawan enggan menyebutkan lokasi fokus pencarian. Ia mengaku hal itu bentuk strategi petugas dalam proses pencarian.

Sebagaimana diketahui, dua penembakan terjadi di wilayah Aceh pekan ini. Masing-masing di Kabupaten Pidie dan Aceh Timur. penembakan di Gampong (Desa) Penarun Baru, Kecamatan Peunarun Kabupaten Aceh Timur menyebabkan dua warga terluka.

Korban Juman dan Misno terpaksa dilarikan ke Ruman Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk dioperasi dan mendapat perawatan intensif. Peritiwa yang terjadi pada Sabtu, 5 Maret 2017 dinihari itu diduga melibatkan empat pelaku.

Sementara satu hari berselang, giliran wilayah Kabupaten Pidie yang merasakan tembakan dari dua orang tidak dikenal. Sasaran tembak dilakukan pada posko rakyat Pidie, salah satu pos pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati di wilayah itu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming