Image

Kasus Korupsi Hambat Pengadaan E-KTP, Mendagri: Wajar Presiden Marah

Reni Lestari, Jurnalis · Rabu, 15 Maret 2017 - 11:48 WIB
Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Reni/Okezone) Mendagri, Tjahjo Kumolo (foto: Reni/Okezone)
 

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan lalu sempat mengeluhkan terhambatnya pengadaan KTP berbasis elektronik (e-KTP) karena kasus korupsi. Ia mengatakan, dana proyek mencapai Rp6 triliun hanya digunakan untuk mencetak bentuk fisik KTP, dan bukan membangun sistem data kependudukan yang terintegrasi.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengakui, wajar jika Jokowi marah dan kecewa. Sebab, anggaran sebesar itu, jika digunakan dengan benar, akan membereskan pengadaan e-KTP beserta sistem kependudukan.

"Iya, kalau anggaran Rp6 triliun digunakan penuh, saya kira data tunggal penduduk Indonesia sudah rapi sudah bagus, sistemnya bagus, e-KTP nya bagus," ujar Tjahjo di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Namun, karena anggaran tersebut digelembungkan sedemikian rupa, kualitas e-KTP yang dihasilkan pun jauh dari harapan. Terhambatnya pengadaan dan perekaman data e-KTP ini diketahui mempengaruhi banyak sektor kehidupan masyarakat, salah satunya penggunaan hak pilih saat Pilkada serentak 2017.

"Tapi kalau harga e-KTPnya Rp4.700 di mark up menjadi Rp16 ribu, hasilnya sejelek itu, ya wajar kalau Pak Presiden marah, kecewa," imbuh dia.

Sementara itu, mengenai proses lelang pengadaan blanko e-KTP, ditargetkan teken kontrak bulan ini, untuk kemudian dicetak April 2017 dan secara bertahap dikirim ke daerah-daerah.

"Saya kira kita tetap jalan, saya kira perlu dicermati dengan baik per hari ini sudah 96, 10% yang merekam data kependudukan," ujar dia.

Saat ini, masih ada kekurangan data 4,5 juta penduduk yang akan digenjot dan ditargetkan selesai tahun ini.

"Tetapi ada empat setengah juta yang sudah merekam belum dapat e-KTPnya karena lelang 2016 saya batalkan. Mudah-mudahan Maret-April ini sudah mulai," tutup Tjahjo.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming