Image

Ini Alasan Warga Karanganyar Tolak Proyek Geotermal di Gunung Lawu

Bramantyo, Jurnalis · Rabu, 15 Maret 2017 - 15:32 WIB
Gunung Lawu (Bramantyo/Okezone) Gunung Lawu (Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Gerakan penolakan eksplorasi dan eksploitasi untuk megaproyek panas bumi (geotermal) di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah makin meluas. Selain masyarakat, Bupati Karanganyar Juliyatmono serta kalangan legislatif kabarnya juga menolak proyek senilai triliunan tersebut.

Dalam demo menolak proyek geotermal di Gunung Lawu digelar warga di Kantor DPRD Karanganyar akhir pekan lalu, kalangan legislatif dan bupati ikut menandatangani petisi penolakan disodorkan warga.

Warga Karanganyar menolak proyek geotermal bukan hanya takut merusak alam saja. Namun, mereka juga khawatir bila proyek panas bumi itu terealisasi maka sumber air di Gunung Lawu bisa terancam. Gunung Lawu selama ini menjadi 'gentong air' bagi delapan kabupaten baik di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Pemasangan spanduk penolakan eksplorasi dan eksploitasi Gunung Lawu sudah bertebaran di kabupaten berjuluk Bumi Intan Pari. Pesan damai selamatkan Lawu juga mulai berseliweran di dunia maya.

Koordinator Paguyuban Masyarakat Lereng Lawu (PM2L), Roni Wiyanto mengatakan, teknologi secanggih apa pun tetap memiliki risiko kegagalan dalam pelaksanaan proyek.

Menurutnya, jika dalam pengembangan proyek itu nanti menimbulkan kerusakan alam, pasokan air mongering, maka uang seberapapun besarnya tidak akan bisa gantikan kerusakan tersebut.

"Air sumber utama bagi kehidupan masyarakat. Dan air tidak bisa diperbarui. Jika terlanjur mengering darimana mendapatkan pasokan air lagi," kata Roni kepada Okezone, Rabu (15/3/2017).

Masyarakat ingin, pemerintah bisa mempertimbangkan kembali rencana eksplorasi dan eksploitasi proyek panas bumi senilai oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Gunung Lawu. Gunung yang berdiri di Jawa Tengah dan Timur itu diperkirakan memiliki cadangan uap panas bumi 195 megawatt (MW).

"Pemerintah harus mempertimbangkan kembali. Banyak benda purbakala dan juga budaya serta kearifan lokal masyarakat Lawu yang masih terjaga sampai saat ini," jelas Roni Wiyono.

Menyangkut respon Bupati Karanganyar Juliyatmono yang ikut menolak proyek geothermal di Lawu saat sejumlah elemen masyarakat berunjuk rasa akhir pekan lalu, Rono berharap kalau sikap itu tak sekedar pencitraan belaka.

"Kalau Bupati benar-benar menolak, dan penolakan ini bukan sekedar pencitraan, maka bupati harus segera mengirimkan surat pada pemerintah pusat dan Pertamina. Kalau Bupati berani mengirimkan surat, kami warga lereng Lawu memberikan dua jempol buat bupati," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming