Image

Tolak Proyek Geotermal, Gunung Lawu Akan Didaftarkan Jadi Cagar Budaya Indonesia

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 16:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 15 512 1643494 tolak-proyek-geotermal-gunung-lawu-akan-didaftarkan-jadi-cagar-budaya-indonesia-LHmh3VgBQE.jpg Warga memasang spanduk ajakan menyelamatkan Gunung Lawu di Karanganyar, Jawa Tengah (Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR – Proyek panas bumi (geothermal) di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, mendapatkan penolakan dari masyarakat sekitar. Dewan Pemerhati Penyelamat Seni dan Budaya Indonesia (DPPSBI) akan mendaftarkan Gunung Lawu menjadi cagar budaya Indonesia yang harus dilindungi.

DPPSBI mengajukan surat pendaftaran Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Menurut Ketua DPPSBI, Kusumo Putro, berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, setiap orang dapat berpartisipasi dalam melakukan pendaftaran benda, bangunan, struktur, dan lokasi yang dianggap sebagai cagar budaya meskipun tidak memiliki dan menguasainya.

Atas dasar itulah, pihaknya mendaftarkan Gunung Lawu sebagai kawasan lanskap cagar budaya ke BPCB.

Selain itu, dalam Pasal 1 Undang Undang Cagar Budaya juga disebutkan bahwa cagar budaya tidak hanya bersifat kebendaan, tetapi struktur dan situs di kawasan cagar budaya di darat atau di air juga perlu di lestarikan.

"Gunung Lawu melahirkan peradaban. Terbukti di lereng gunung banyak terdapat peninggalan situs serta candi. Juga melahirkan tradisi budaya kearifan lokal yang sampai sekarang masih tetap terus dipertahankan oleh penduduk sekitar," kata Kusumo, Rabu (15/3/2017)

Karena banyak peninggalan bersejarah di Gunung Lawu, pihaknya pun bertekat menyelamatkannya terutama dari ancaman proyek panas bumi.

Cagar budaya dapat berupa benda alam atau buatan manusia yang di manfaatkan oleh manusia, serta sisa-sisa biota yang dapat dihubungkan dengan sejarah atau kegiatan manusia.

Menurut Kusumo, Gunung Lawu patut ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, karena banyak peninggalan yang mencerminkan karya Adiluhung kekhasan kebudayaan bangsa Indonesia. Gunung Lawu juga menjadi lanskap budaya sekaligus bukti peradaban bangsa.

"Namun buktinya, pemerintah telah melanggar Undang Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 Pasal 26. Di mana dalam UU itu sudah jelas diatur pemerintah seharusnya berkewajiban melakukan pencarian benda, bangunan, struktur atau lokasi yang di duga sebagai cagar budaya. Tapi justru sebaliknya, pemerintah mau merusak Gunung Lawu," terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini