Image

'Putra Lawu' Ikut Tolak Proyek Geothermal di Karanganyar

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 15 Maret 2017, 21:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 15 512 1643721 putra-lawu-ikut-tolak-proyek-geothermal-di-karanganyar-IUfzbEpTws.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

KARANGANYAR - Gaung penolakan eksplorasi panas bumi di Gunung Lawu terdengar hingga Senayan, Jakarta. Salah satu anggota DPR RI yang duduk di Komisi X, Rinto Subekti secara tegas meminta pemerintah pusat untuk tidak melakukan pengeboran di Gunung Lawu. 


Rinto yang asli warga Karanganyar ini mengatakan, meskipun dirinya tidak duduk di Komisi yang membidangi energi, siap membantu memperjuangkan apa yang menjadi harapan warga lereng Gunung Lawu.

"Komisi saya memang tidak membidangi masalah itu (energi geothermal). Itu kewenangan komisi VII. Namun, meski saya bukan di Komisi itu, sebagai putra Lawu, saya akan sampaikan aspirasi masyarakat lereng Gunung Lawu ini ke komisi yang berkompeten," jelas Rinto kepada Okezone,di Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (15/3/2017).

Rinto mengakui gaung penolakan eksplorasi Lawu sudah mencuat, namun sejauh ini pihaknya belum mendapatkan surat resmi penolakan dari masyarakat. Meski belum menerima surat resmi menyangkut penolakan geothermal itu, dirinya tetap akan memperjuangkan aspirasi agar Gunung Lawu tidak di ekspolitasi pada pemerintah pusat.

Keberadaan Gunung Lawu selama ini,ungkap Rinto, mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Bahkan sejak ratusan ribu tahun lalu. Baik itu terkait budayanya, kearifan lokalnya bahkan sumber alamnya yang melimpah. Termasuk sumber daya airnya mampu menjadi tumpuan hidup masyarakat lereng Lawu di delapan Kabupaten di dua Propinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Saya selaku pribadi maupun kelembagaan akan terus melakukan sosialisi pada warga untuk menolak secara tegas eksplorasi Lawu. Biarkan Lawu seperti sekarang, jangan diusik dan diapa-apakan," papar Rinto.

Selama ini semua masyarakat sudah mengakui budaya yang ada di Lawu. Bahwa alam akan memberikan kebaikan bagi manusia dan juga sebaliknya. Namun dengan satu catatan tidak akan merubah apapun dari alam.

Gunung Lawu itu memiliki dasar budaya dan kearifan lokal yang sangat tinggi. Kandungan alamnya sangat luar biasa, keanekaragaman hayatinya luar biasa banyaknya.

"Karena itulah kelestarian alam dan budayanya harus kita jaga. Pokoknya kita dukung 'Save Lawu-lah," pungkas Rinto. (sym)

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini