nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aksi Petani Kendeng Cor Kaki dengan Semen Bertambah Jadi 41 Orang

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 16 Maret 2017 16:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 03 16 338 1644482 aksi-petani-kendeng-cor-kaki-dengan-semen-bertambah-jadi-41-orang-YyOGGepcRl.jpg Demo cor kaki dengan semen petani Kendeng di depan Istana Merdea. Foto Fahreza Rizky/Okezone

JAKARTA – Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng kembali melakukan aksi protes dengan mengecor kaki menggunakan semen di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/3/2017). Pada aksi hari keempat ini, petani yang mengecor kakinya terus bertambah menjadi 41 orang, sebelumnya diketahui berjumlah 20 orang.

"Ini aksi yang keempat. Kemarin awal Senin ada 10, Selasa tambah 1, Rabu tambah 9, dan sekarang tambah 21, jadi totalnya 41 orang, dan masih banyak yang antre untuk dicor kakinya," kata Gun Retno, tokoh yang dituakan di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

Gun mengatakan, dirinya dan petani Kendeng menginginkan pemerintah memberi respons ‎atas ketidakadilan yang diterima pihaknya terkait izin lingkungan baru bagi PT Semen Indonesia yang diteken Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dengan terbitnya izin tersebut, kegiatan penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang masih tetap jalan. "Ingin ditanyai (pemerintah), kok dulur-dulur petani ‎sampai mengecor kakinya. Maunya apa? Tujuannya apa? Tapi sejauh ini belum ada respons dari pemerintah," tutur Gun.

Petani Kendeng, kata dia, telah mengirim surat untuk beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). ‎Namun hingga kini politikus PDIP tersebut belum memberi respons.

Oleh karena itu, petani Kendeng berharap dengan aksi mengecor kaki di depan Istana Negara, Presiden beserta jajaran kabinetnya dapat menyelesaikan ketidakadilan yang dilakukan anak buahnya, Ganjar Pranowo, yang justru memberikan izin baru bagi PT Semen Indonesia.

"Harapan kami dengan apa yang kami lakukan ini, moga dengan cepat Pak Jokowi mengundang kami dan menyelesaikan persoalan petani," ujarnya.

Sekadar diketahui, petani Kendeng meminta Jokowi segera mencabut izin lingkungan yang diterbitkan Ganjar dan menghentikan penambangan karst oleh PT Semen Indonesia yang dinilai merusak lingkungan.

Pada 5 Oktober 2016, Mahkamah Agung (MA) telah mengeluarkan putusan peninjauan kembali yang intinya mengabulkan gugatan petani Kendeng dan mencabut izin lingkungan pembangunan serta pertambangan pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang.

Ketika itu juga Jokowi telah menerima petani dan memerintahkan Kantor Staf Presiden bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk membuat kajian lingkungan hidup strategis serta menunda izin tambang di Pegunungan Kendeng.

Namun, kendati sudah ada putusan pengadilan yang inkracht serta perintah Presiden untuk menghentikan penambangan, pada 23 Februari 2017, Ganjar justru kembali mengeluarkan izin lingkungan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini