Image

Penjualan Audio & Pelek Mobil Paling Kena Imbas Lesunya Perekonomian

Santo Evren Sirait, Jurnalis · Sabtu, 18 Maret 2017 - 14:30 WIB
Ilustrasi pelek mobil aftermarket (Foto: Okezone) Ilustrasi pelek mobil aftermarket (Foto: Okezone)

JAKARTA - Munculnya mobil-mobil baru berimbas pada menjamurnya produk-produk aftermarket. Namun di tengah kondisi ekonomi yang kurang bergairah membuat pasarnya stagnan.

Produk aftermarket dipilih karena harganya lebih terjangkau ketimbang keluaran pabrikan. Selain itu, kualitasnya tidak kalah bagus. Akibat kondisi ini, ada beberapa produk aftermarket yang terkena imbasnya.

"Aksesori paling berasa kena imbasnya itu pelek dan audio," ujar Irwan kusuma, sekretaris jenderal Perkumpulan Pengusaha Asesori Mobil Indonesia (Pahami), di Jakarta.

Dijelaskannya, jika pemilik mobil tidak terlalu membutuhkan hiburan di mobil maka tidak akan menggantinya dengan yang baru. Cukup mengandalkan audio standar pabrikan.

Sedangkan pelek harganya tidak murah. Saat kondisi ekonomi lesu orang lebih memilih menyimpan uangnya untuk membeli keperluan lain, ketimbang mengganti pelek.

Hal serupa disampaikan Seketaris Jenderal Gabungan Aftermarket otomotif Indonesia (Gatomi) Merisca Indriany. Ia menyebut saat ini pasar mobil mengalami perlambatan atau setidaknya stagnan. Hal itu berimbas pada penurunan penjualan produk aftermarket meskipun tidak semua jenis produk.

"Untuk item tertentu mengalami penurunan, tetapi untuk chemical, ban, accu tetap berkembang," katanya.

Merisca menambahkan mobil-mobil merek Jepang lebih banyak yang menggunakan produk aftermarket karena populasinya paling tinggi ketimbang brand negara lain.

"Jepang karena market share yang terbesar," pungkas Merisca. (san)

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming