Image

Kembangkan Alat Terapi, Karim Jadi Lulusan Berprestasi Unair

Foto: Dok Pribadi

Foto: Dok Pribadi

JAKARTA - Menjalani perkuliahan tak hanya sebatas mengerjakan tugas, hal itu yang dilakukan oleh Ataul Karim, mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair).

Saat kuliah, ia banyak mengembangkan penelitian mengenai alat terapi kesehatan bagi manusia. Salah satu yang pernah ia ikuti yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 tahun 2015 yang berlangsung di Universitas Halu Oleo, Kendari. Saat itu, Karim bersama empat teman satu timnya mengembangkan alat terapi Lymfipum (Lymphedema Fisiotherapeutic Pump) sebagai solusi bagi penderita Limfedema.

Karim dan tim pun berhasil menyabet medali perak kategori presentasi Program Kreativitas Mahasiswa-Karya Cipta (PKM-KC). Prestasi itu menjadi pengalaman paling berharga dari sederet kompetisi yang pernah diikutinya. Kini ia tak percaya dianugerahi sebagai mahasiswa berprestasi FST Unair.

”Saya sendiri sampai sekarang belum percaya kalau mendapat predikat mahasiswa berprestasi,” kata Karim seperti disitat dari laman Unair, Sabtu (18/3/2017).

Keberhasilannya menyelesaikan jenjang sarjana dengan predikat mahasiswa berprestasi bukan tanpa alasan. Laki-laki yang menempuh prodi S-1 Teknobiomedik ini terpacu untuk terus berprestasi dan berkompetisi.

“Tidak menyerah dan tawadhu, prinsip saya cuman satu yaitu tidak mudah menyerah dalam mengerjakan sesuatu,” ucap Karim.

Saat studinya hampir berakhir, Karim mengalami kecelakaan dan sakit yang mengharuskan istirahat total hingga membuat proses wisudanya diundur ke tahun 2017.

“Tuhan menggantinya dengan hadiah yang luar biasa ini, saya diberi kesempatan menjadi presenter dalam acara 1st International Conference on Physical Instrumentation and Advance Material (ICPIAM), Oktober 2016 lalu yang diadakan Departemen Fisika Unair,” tuturnya.

Dalam skripsinya, ia melakukan penelitian tentang kebutuhan pemeriksaan jantung dengan alat memiliki tingkat presisi dan keakuratan tinggi dengan performa yang baik dan ekonomis. Inilah yang mendorong Karim membahas tentang filter sinyal dalam domain digital. Karim menggunakan kode-kode program komputer dalam sebuah mikrokontroler yang disebut arduino.

”Saat ini, penelitiannya sampai tahap uji performa dengan diberi sinyal jantung dan noise,” tutupnya.

(sus)
Live Streaming
Logo