Image

HISTORIPEDIA: Serangan Gas Sarin di Tokyo, 12 Tewas dan 5.500 Terluka

Rifa Nadia Nurfuadah, Jurnalis · Senin, 20 Maret 2017 - 06:02 WIB
Dokter dan paramedis merawat korban serangan gas sarin di sistem kereta bawah tanah Tokyo pada 20 Maret 1995. (Foto: AP) Dokter dan paramedis merawat korban serangan gas sarin di sistem kereta bawah tanah Tokyo pada 20 Maret 1995. (Foto: AP)

PAGI itu, 22 tahun lalu, stasiun kereta bawah tanah di Tokyo amat padat. Jam sibuk membuat semua orang ingin segera menaiki kereta yang akan membawa mereka ke tempat tujuan. Namun, ribuan orang tidak dapat tiba tepat waktu saat sebuah tragedi mengacaukan rutinitas warga Jepang.

Pada 20 Maret 1995, sepuluh pria berkumpul di Stasiun Kasumigaseki kemudian berpencar menaiki beberapa kereta bawah tanah ke berbagai tujuan. Mereka bepergian dalam kelompok kecil dua orang. Tak sekadar menumpang kereta, kesepuluh orang yang ternyata anggota sekte Aum Shinrikyo itu menjalankan misi khusus. Mereka diam-diam melepaskan gas mematikan, sarin, ke udara.

Para teroris kemudian meminum anti-racun dan berhasil melarikan diri. Sedangkan ribuan penumpang kereta yang tak tahu apa-apa tercekat mencari udara, sebagian tetiba tidak dapat melihat. Mereka berebut mencari jalan keluar. Sedikitnya 12 orang meninggal, 5.500 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit dan beberapa di antara mereka dalam keadaan koma. Meski kebanyakan korban serangan gas pembunuh massal itu pulih, beberapa korban menderita kerusakan permanen pada mata, paru-paru dan sistem pencernaan mereka.

Belakangan, Subkomite Senat Amerika Serikat (AS) memperkirakan, jika sebaran gas sarin yang lebih luas terjadi di stasiun Kasumigaseki yang menghubungkan beberapa stasiun, maka jumlah korban jiwa akan amat banyak. Tak tanggung-tanggung, 10 ribu orang diperkirakan akan kehilangan nyawa.

(rfa)

1 / 4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming