Image

Mantap! Polisi Tangkap 3 Bandar Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah di Timika

Edy Siswanto, Jurnalis · Minggu 19 Maret 2017, 21:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 19 340 1646779 mantap-polisi-tangkap-3-bandar-judi-online-beromzet-miliaran-rupiah-di-timika-3CMpyhU3aU.jpg

JAYAPURA  – Tim Bidang Perbankan Cyber Crime dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Papua berhasil membekuk tiga orang pelaku perjudian online beromset miliaran rupiah di Timika, Kabupaten Mimika.

Ketiga pelaku itu adalah BSG alias Louis (40), GWB alias Shinto (60) dan SL (42). Mereka ditangkap di salah satu rumah di Jalan Belibis, Timika, Kabupaten Mimika, Sabtu 18 Maret 2017 sekira pukul 17.25 WIT.

Kepala Subdit Perbankan Cyber Crime dan TPPU Dit Reskrimsus Polda Papua, AKBP Juliarman Eka Putra Pasarib mengatakan, ketiganya ditangkap lantaran menjadi bandar judian online, yakni Sidney Online, Singapure online dan Down Hongkong Online.

Mereka sudah beropersi sekira dua bulan terakhir, melalui website Dumaster dan Fan 303.com.

“Menurut pengakuan pelaku, hal ini sudah berjalan selama dua bulan di Timika, namun kami masih dalami lagi apakah betul atau tidak. Kami akan mengecek melalui pembukuan rekeningnya,” kata Juliarman, Minggu (19/3/2017).

Juliarman mengungkapkan, ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda. BSG alias Luis adalah penghitung, pengumpul termasuk pemonitoring nomor yang keluar dan merekap hasil dari agen-agen judi lain.

Kemudian saudari SL, sebagai akuntan, membuat pembukuan pemasukan dan pengeluaran dari perjudian tersebut. Sementara, GWB alias Sinto adalah pendaftar dan pemilik website.

Barang bukti yang berhasil diamanakan dari TKP adalah uang sejumalah Rp82 juta, buku tabungan, ATM BCA, BRI, Mandiri dan BNI, perangkat komputer, perangkat WIFI, CCTV, rekapan togel, buku cek giro BCA, Mandiri dan BNI serta buku catatan pengeluaran uang slip transfer fn pin token.

"Tersangka dan barang bukti kita bawa di Mapolda Papua di Jayapura untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Menurut Juliarman, operasi judi togel online tersebut, berdasar pengakuan tersangka dimulai pukul 18.50 hingga 23.50 WIT setiap harinya.

“Jadi dari pagi itu mereka operasi, omset mereka berdasar pengakuan tersangka, sekira Rp600 – Rp700 juta per hari. Namun setelah dilakukan pendalaman, ada kemungkinan bisa lebih dari itu yakni sekira Rp1 – Rp2 miliar,” tandasnya.

Mereka bertiga dijerat dengan Pasal 27 ayat (2) Nomor 19 tahun 2016 tentang Undang-Undang ITE, dengan hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar.

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini