Image

Datsun Risers Expedition 2 Angkat Kesenian yang Nyaris Punah di Makassar

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin, 20 Maret 2017 - 10:37 WIB
DRE 2 mengangkat kesenian yang nyaris punah di Makassar (Foto: Randy/Okezone) DRE 2 mengangkat kesenian yang nyaris punah di Makassar (Foto: Randy/Okezone)

MAKASSAR - Datsun Indonesia ingin menghadirkan perbedaan antara Datsun Risers Expedition (DRE) 1 dan DRE 2. Pada DRE 2 yang digelar mulai pertengahan 2016 hingga Maret 2017, Datsun fokus mengangkat kearifan lokal.

Sedangkan pada DRE 1 Datsun Indonesia lebih menonjolkan sisi durability model Datsun GO Panca dan GO+ Panca.

Karena itu, acara unggulan DRE 2 baik di Aceh, Lampung, Malang, Cirebon, hingga penutupan di Makassar, adalah mengunjungi tempat-tenpat bernilai budaya dan kesenian yang tinggi.

"Maksud diadakannya DRE 2 ini untuk mengajak para risers dan rekan-rekan media merasakan ketangguhan Datsun dan pada saat yang sama untuk mengetahui kearifan lokal lebih mendalam," tutur Christian Gandawinata, head of marketing Datsun Indonesia, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 19 Maret 2017.

Selain itu, DRE 2 juga mengangkat local heroes atau figur-figur yang punya peran besar di daerah masing-masing. Khusus di gelombang penutupan DRE 2 di Makassar dan sekitarnya, turut diangkat para seniman Sanggar Siradjuddin Gowa, yakni seni Sinrilik yang kini berada di ambang kepunahan. Para peserta DRE 2 turut menikmati kesenian ini.

"Sinrilik adalah kesenian tutur. Sayang keberadaanya jarang bisa diterima masyarakat. Padahal Sinrilik punya kekuatan luar biasa sebagai sumber inspirasi dan informasi di kalangan pemuda dahulu kala," jelas Rukantiana Krisna Ningsih, pemimpin Sanggar Siradjuddin Gowa.

"Kebanggaan buat kami, Datsun melirik budaya yang hampir punah dan hanya ada di Makassar ini. Tolonglah budaya ini disentuh, jangan sampai hilang sama sekali," pintanya.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming