Image

Presiden Korsel Dipecat, Ini Nasib 2 Yayasan Sumber Skandalnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin, 20 Maret 2017 - 18:01 WIB
Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye. (Foto: Reuters) Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye. (Foto: Reuters)

SEOUL – Kementerian Kebudayaan Korea Selatan (Korsel) mencabut izin dua yayasan non-profit yang menjadi pusat skandal politik yang melibatkan mantan Presiden Park Geun-hye. Akibat skandal tersebut, Mahkamah Konstitusi Korsel memutuskan untuk memakzulkan Park dari jabatannya pada pekan lalu.

Park dan teman dekatnya Choi Soon-sil dituduh menekan perusahaan-perusahaan besar Negeri Ginseng untuk menyalurkan dana kepada dua yayasan, Mir dan K-Sports, yang didirikan guna mendukung inisiatif kebijakan presiden. Selain itu, Park juga dituding telah mengizinkan Choi untuk memberikan pengaruhnya dalam urusan negara.

Keduanya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut, meskipun Park meminta maaf atas penilaiannya yang salah terhadap hubungannya dengan Choi.

Kementerian Kebudayaan Korsel yang memberikan izin kepada yayasan di Negeri Ginseng mempertanyakan motif dari sumbangan yang diberikan perusahaan-perusahaan Korsel kepada kedua yayasan itu. Hal ini juga telah menjadi perhatian para penyelidik dan jaksa penuntut yang bekerja dalam kasus skandal Park.

“Ternyata perusahaan yang mendanai yayasan tidak dengan sukarela untuk kepentingan publik melainkan karena tekanan atau untuk melakukan penyuapan,” demikian pernyataan dari Kementerian Kebudayaan yang dilansir Reuters, Senin (20/3/2017).

Dalam pernyataan tersebut, kementerian juga mengutip keputusan dari Mahkamah Konstitusi yang menemukan bahwa yayasan non-profit tersebut dijalankan untuk kepentingan pribadi di bawah kendali Choi Soon-sil.

Mir yang dalam bahasa Indonesia berarti “naga” didirikan pada Oktober 2015 untuk mendorong pertukaran budaya dengan negara lain. Sedangkan K-Sports didirikan pada Januari 2016 dan terlibat dalam proyek-proyek yang berhubungan dengan olahraga.

Proses likuidasi kedua yayasan tersebut akan segera dimulai dan keputusan mengenai aset-asetnya akan diambil tergantung hasil persidangan terkait kasus penyalahgunaan pengaruh tersebut. Kedua yayasan menolak untuk memberikan komentarnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming