Image

Tanda Tangan Anies di Kontrak Politik Syariat Islam adalah Hoax, Ini Buktinya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin, 20 Maret 2017 - 12:35 WIB
Kontrak politik syariat Islam yang tertanda tangan hoax Anies-Sandi. Foto ist Kontrak politik syariat Islam yang tertanda tangan hoax Anies-Sandi. Foto ist

JAKARTA – Beredar foto yang memperlihatkan pasangan calon gubernur-wakil gubeernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, menandatangani kontrak politik Syariat Islam yang berjudul ‘Akad Alittifaq’.

Namun, foto yang beredar luas di media sosial itu adalah kabar bohong atau hoax. Pasalnya, tanda tangan yang tercantum dalam kontrak tersebut bukan milik Anies atau pun Sandiaga.

Hal ini dibuktikan dengan foto yang diterima Okezone, Senin (20/3/2017). Dalam foto itu tertulis “Bingkai ini bagian dari pameran foto ‘Lagu Baru’” yang diselenggarakan pada 7-9 September 2012 di Galeri Fame, Jakarta.

Kemudian, pada paragraf selanjutnya, tertulis, “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Anda terhadap pendidikan di Indonesia dan Gerakan Indonesia Mengajar. Tertanda Anies Baswedan Indonesia Mengajar” lengkap dengan tanda tangannya yang masih terbaca nama Anies Baswedan.

Sementara tanda tangan Anies di Syariat Islam terlihat hanya terbaca nama Anies saja. Pada foto itu juga terlihat anak panah dan kata ‘hoax’ yang memperjelas bahwa tanda tangan Anies Baswedan berbeda dengan tanda tangan Anies yang asli.

Sebelumnya, Anies maupun Sandi sudah membantah dengan adanya surat kontrak Syariat Islam.

Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno kembali diserang kampanye hitam atau black campaign. Bahkan, beredar surat pernyataan atau akad kontrak berjudul ‘Akad Alittifaq’ bertandatangan palsu yang menyatakan Anies-Sandi akan menggunakan Syariat Islam di Jakarta.

"Ini fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," ujar calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Sabtu 18 Maret 2017.

Sementara Sandiaga juga merasa kalau nama dan tanda tangannya dicatut. Dia sendiri heran kenapa ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak itu.

"Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya," jelas Sandi.

Adapun akad itu sendiri dipastikan hoax atau bohong. Naufal Firman Yursak, Wakil Ketua Tim Media Anies Sandi, menegaskan bahwa baik Anies mapun Sandi tidak pernah menandatangani akad tersebut.

"Mas Anies atau Bang Sandi tidak pernah menandatangani akad itu. Dan itu palsu," tegas Naufal.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming