Image

Amankan UN, Genset pun Disiapkan

ant, Jurnalis · Senin, 20 Maret 2017 - 16:10 WIB
Foto: Ilustrasi Okezone Foto: Ilustrasi Okezone

SAMPIT – Guna mengamankan pelaksanaan ujian nasional (UN), genset pun mulai disiapkan. Seperti pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Sampit yang menyiapkan generator set (genset) untuk mengamankan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Kabupaten Kotawaringin, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kami sudah mendata ada sekira 16 sekolah yang diusulkan dibantu genset saat ujian nanti. Itu sekolah SMP dan SMA. Usulannya sudah kami sampaikan ke PLN Area Palangkaraya," kata Manajer PT PLN Rayon Sampit, Penyang, Senin (20/3/2017).

Sebelumnya, PLN menerima daftar sekolah yang berharap bantuan genset. PLN sudah turun mendata ke sekolah-sekolah karena kebutuhan daya tiap sekolah berbeda, sehingga genset yang akan dioperasikan rencananya sesuai kebutuhan.

Penyediaan genset sebagai upaya PLN menyukseskan pelaksanaan UNBK. PLN tidak memungut biaya kepada sekolah untuk penyediaan genset beserta operator yang akan disiagakan di sekolah-sekolah tersebut.

Penyang mengakui, PLN tidak berani menjamin tidak terjadi pemadaman saat pelaksanaan UNBK. Meski tidak ada jadwal pemeliharaan mesin yang mengharuskan pemadaman terjadwal, pemadaman listrik terkadang tejadi akibat gangguan cuaca atau faktor lain terhadap jaringan listrik.

Untuk itulah, PLN akan menyiapkan genset guna mengantisipasi gangguan listrik yang bisa berimbas pada pelaksanaan ujian.

Langkah itu sudah dilakukan di Sampit sejak 2016. Namun pada 2017, jumlah sekolah yang menggelar ujian dengan sistem UNBK bertambah sehingga PLN juga harus menambah jumlah genset yang akan diperbantukan.

"PLN menyewa genset itu dari pihak lain. Nanti teknisnya diatur bersama sekolah, apakah genset dihidupkan sepanjang pelaksanaan ujian atau hanya saat listrik padam. Tapi tahun lalu, genset dihidupkan sepanjang ujian berlangsung sehingga tidak ada gangguan meski jika listrik padam," kata Penyang.

Ancaman gangguan listrik memang menjadi kekhawatiran sekolah yang melaksanakan ujian dengan sistem UNBK, khususnya tingkat SMA pada 10 hingga 13 April 2017. Pemadaman listrik terkadang masih terjadi di daerah itu.

"Kami berharap saat ujian nasional nanti listrik tidak padam dan internet tidak terganggu. Kalau sampai 20 menit saja listrik mati, soal ujian yang sudah dibuka itu tidak dapat digunakan lagi dan harus menunggu soal baru dari pusat. Dan itu akan memakan waktu sebab tidak langsung dikirim saat memberikan laporan," kata Kepala SMA Negeri 1 Sampit, Muhammad Darma Setiawan.

Pada 2017, ada 272 peserta UNBK di SMA Negeri 1 Sampit yang nantinya dibagi pada tiga ruangan dan tiga sesi. Ada 100 unit komputer yang disiapkan, ditambah 10% cadangan sebagai antisipasi jika ada komputer yang mengalami gangguan.

Darma berharap PLN kembali membantu genset seperti tahun lalu. Harapannya agar pelaksanaan UNBK tidak sampai terganggu akibat gangguan listrik maupun internet.(afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming