Image

Pemberontak, Ini Legislator yang Meminta Presiden Filipina Dimakzulkan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 06:47 WIB
Gary Alejano mengajukan gugatan pemakzulan terhadap Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Interaksyon) Gary Alejano mengajukan gugatan pemakzulan terhadap Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Interaksyon)

SEMENJAK terpilih sebagai Presiden Filipina pada pertengahan 2016, Rodrigo Roa Duterte sudah mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku tindak kriminal serta pecandu dan pengedar narkoba. Mantan Wali Kota Davao City itu meminta mereka menyerah dengan baik-baik kepada aparat penegak hukum atau nyawa taruhannya.

“Jika Anda melawan, menunjukkan perlawanan dengan kekerasan, maka perintah saya kepada polisi untuk menembak mati tersangka. Serta, tembak mati para penjahat terorganisasi. Kalian dengar itu? Tembak mati semua penjahat terorganisir,” tegas Duterte pada pertengahan Mei 2016.

Digong –sapaan akrab Duterte- tidak main-main. Ia bersumpah akan membuat hidup para pelaku kriminal, terutama pengedar narkoba, tidak nyaman selama masa jabatan enam tahun. Pria yang dijuluki Donald Trump dari Asia itu bahkan meminta warga tidak segan-segan membunuh pengedar narkoba.

“Silakan telefon kami, polisi, atau lakukan sendiri jika Anda punya senjata. Saya mendukung Anda. Jika pengedar narkoba melawan atau menolak dibawa ke pos polisi terdekat dan malah mengancam penduduk dengan senjata, Anda bisa membunuhnya. Tembak dia dan saya beri Anda medali,” tutur Duterte pada 5 Juni 2016, mengutip dari Belfast Telegraph.

Ribuan nyawa melayang sudah akibat perang narkoba ala Duterte sejak Juni 2016. Angka korban tewas bahkan sudah menyentuh 8.000 orang. Duterte nampak tidak peduli kritik yang dilancarkan tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari dunia internasional.

Seorang legislator bernama Gary Alejano bahkan mengajukan usulan untuk memakzulkan Duterte. Ia beralasan pria berusia 71 tahun itu melanggar konstitusi, pengkhianatan terhadap kepercayaan publik, dan kejahatan tingkat tinggi terkait perang narkoba. Duterte dituduh sengaja menciptakan negara yang memiliki kebijakan membunuh pecandu narkoba.

(rfa)

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming