Image

Syuting Program Dokumenter di Papua, Dua Jurnalis Prancis Langgar UU Imigrasi

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 09:06 WIB
Bendera Prancis. (Foto: Reuters) Bendera Prancis. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dua jurnalis asal Prancis yang berencana syuting program dokumenter di Indonesia terpaksa kembali ke negaranya lebih cepat dari jadwal setelah kedapatan melanggar aturan imigrasi. Keduanya, Franck Jean Pierre Escudie dan Mr Basile Marie Longchamp, tidak dapat menunjukkan visa kunjungan jurnalis kepada petugas di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua. Akibat hal tersebut keduanya harus diperiksa oleh Kantor Imigrasi kelas II Tembagapura.

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Selasa (21/3/2017), Frank dan Basile merupakan bagian dari kru program dokumenter Televisi Prancis 'The Explorers' yang mengambil tempat untuk syuting di Papua.

"Total kru 22 orang (semula 17 ditambah 5 orang), visa kunjungan jurnalis untuk 20 orang sudah keluar, sementara 2 orang meski belum mendapat visa, tetap berangkat on schedule dengan Visa on Arrival (VOA) yang melanggar ketentuan imigrasi," tulis keterangan resmi Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Selama proses penyidikan, pihak imigrasi tidak menahan kedua jurnalis tersebut. Sementara itu, pihak 'The Explorers' secara resmi telah menyampaikan permintaan maaf terkait dua krunya tersebut. Frank dan Basile diketahui kembali ke Prancis pada 18 Maret 2017 lalu.

Meskipun sempat terjadi insiden, tim 'The Explorers' tetap melanjutkan pengambilan gambar sebagaimana direncanakan. (rav)

(rfa)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming