Image

Patmi, Peserta Cor Kaki Meninggal Dunia Diduga karena Serangan Jantung

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 15:53 WIB
LBH Jakarta saat menggelar jumpa pers perihal kematian Patmi (foto: Fadel/Okezone) LBH Jakarta saat menggelar jumpa pers perihal kematian Patmi (foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Patmi (48) salah satu petani Pegunungan Kendeng harus meninggal dunia, akibat mengikuti aksi mengecor kaki di depan Istana Negara, Jakarta Pusat.

Pengacara publik LBH Jakarta Mochamad Isnur mengatakan, ‎Patmi meninggal karena serangan jantung saat perjalanan dari kantor LBH Jakarta menuju Rumah Sakit St. Carolus.

"Di depan lift beliau merasakan sakit di dada. Dipanggil dokter bu Herlina. Menduga serangan jantung. Di bawa ke Carolus. Sampai pukul 02.45 WIB, diterima 03.00 WIB, lalu kematian mendadak," ujarnya di Kantor LBH Jakarta, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).

Ia tidak menduga kalau Patmi akan meninggalkan peserta aksi untuk selama-lamanya. Karena dia saat melakukan aksi mengecor kaki terlihat bahagia dan tidak menujukkan jika sedang menanggung beban semen di kakinya.

"Ketika aksi beliau ceria, nyanyi bersama. Kejadian pagi ini kami kaget," imbuhnya.

"Bu patmi ikut aksi sejak hari Kamis dan Bu Patmi selama aksi terus dipantau oleh Dokter Lina dari Rumah Sakit Islam. Kami sangat kehilangan sekali karena sejak aksi berjalan kaki dari Pati ke Semarang, Bu Patmi juga ikut," tutupnya.

Saat ini jenazah Patmi sudah dibawa pulang ke kampung halamannya dan akan dimakamkan di desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

Patmi merupakan salah satu petani asal Kendeng yang sejak Senin 13 Maret 2017, melakukan unjuk rasa mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara. Para petani Kendeng itu memprotes izin lingkungan baru yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dengan terbitnya izin tersebut kegiatan penambangan karst PT. Semen Indonesia di Rembang masih tetap berjalan. Mereka meminta Presiden Joko Widodo segera mencabut izin lingkungan PT. Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan menghentikan kegiatan penambangan pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming