Image

Tokoh Muda NU: Waspadai Kelompok yang Merusak Kerukunan Umat Beragama

Ferio Pristiawan Ekananda, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 01:40 WIB
Ilustrasi Ilustrasi

JAKARTA - Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Savic Ali mengatakan, jelang putaran kedua pemilihan gubernur (Pilgub) DKI pihaknya mencermati banyaknya kaum oportunis yang berkeliaran untuk mengusik kerukunan umat beragama.

Hal ini dibuktikan dengan adanya politisasi agama, banyaknya spanduk yang menolak jenazah, dan agitasi-agitasi yang mengatasnamakan kelompok agama.

"Ini yang bahaya, kaum oportunis abu-abu ini yang paling sulit ditindak tegas. Mereka ini kan yang memasang ratusan spanduk jenazah itu karena kepentingan jangka pendek atau transaksi ekonomi semata," ujarnya dalam diskusi Merawat Keindonesiaan di Cheese Cake Factory, Cikini, Jakarta Pusat, Senin 20 Maret 2017.

Menurutnya, sikap saling menghargai dan toleransi perlu dikedepankan oleh masyarakat Indonesia di tengah perbedaan yang ada. Jangan sampai benturan antar kelompok terjadi dan mengakibatkan kerugian di masyarakat.

Savic juga menginginkan, agar semua pihak tidak perlu mengeksploitasi perbedaan-perbedaan yang ada di masyarakat baik itu berupa agama, suku, dan ras.

"Anda boleh membuat portal, mempunyai pikiran, membuat spanduk, demokrasi membolehkan itu. Tapi jangan mengeksploitasi keburukan apalagi sampai mengagitasi agar orang tidak suka," ungkapnya.

Karena itu, Savic mewanti-wanti agar pihak yang dengan sengaja memperkeruh bahkan merusak Bhineka Tunggal Ika berhenti melakukan eksploitasi atau politisasi agama.

"Jangan mengacau hanya untuk kepentingan politik, berpandangan berbeda boleh tapi jangan menggugat dasar negara bisa besar masalahnya," tukasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming