Image

Saksi Ahli Bahasa Jelaskan Makna "Dibohongi Pakai Al Maidah"

Reni Lestari, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 12:02 WIB
Terdakwa Ahok saat sidang di PN Jakut (foto: Antara) Terdakwa Ahok saat sidang di PN Jakut (foto: Antara)
 

JAKARTA - Saksi Ahli Bahasa Rahayu Sutiarti dihadirkan dalam persidangan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini. Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini berpendapat, pidato yang menyebabkan Ahok diadili di meja hijau itu, tidak bermakna Alquran adalah sumber kebohongan.

"Karena Alquran tidak bisa bohong. Tapi orang bisa menggunakan apapun (termasuk Alquran) untuk berbohong," kata Rahayu di persidangan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Sidang Ke-15 Ahok Hadirkan 3 Saksi Ahli dari Penasihat Hukum

Dari pidato tersebut, Rahayu menganalisa bahwa Ahok mengungkapkan ada orang yang menggunakan Al Maidah Ayat 51 untuk membohongi. Rahayu tak sepakat jika Al Maidah dijadikan sumber kebohongan dalam pidato Ahok.

"Karena ada kata 'pakai' dijadikan alat untuk membohongi. Seandainya pembicara menggunakan kata 'merujuk' berarti Al Maidah sumber. Tapi dia tak menggunakan kata tersebut," jelas dia.

Sementara mengenai maksud Ahok dalam kata-kata 'dibohongi pakai' itu adalah merujuk kepada orang-orang yang sengaja mencatut surat tersebut. Hal ini merujuk pada pengalaman Ahok sebelumnya yang tertuang dalam sebuah buku.

"Karena pada pengalaman sebelumnya, di buku "Merubah Indonesia", terdakwa sudah cerita ada orang-orang yang menggunakan ayat tersebut untuk maksud tertentu," tegas Rahayu.

 

(wal)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming