Image

Polisi Kantongi Nama Otak Pemasangan Spanduk Provokatif Pilkada DKI, tapi...

Badriyanto, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 13:54 WIB
Spanduk paslon Pilkada DKI. Foto Antara Spanduk paslon Pilkada DKI. Foto Antara

JAKARTA – Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengungkapkan telah mengantongi nama-nama yang diduga menjadi otak pemasangan spanduk-spanduk bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta provokatif. Spanduk itu seperti larangan menyalatkan jenazah pendukung salah satu pasangan calon di Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Kita sudah mengantongi beberapa nama. Saya tidak perlu sebutkan di sini. Tetapi akan kita selidiki yang bersangkutan, dan kita akan coba lakukan secara analisis hukum," ungkap Suntana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Ia tidak merinci apakah pemasangan spanduk bernada SARA itu digerakkan oleh salah satu tim pasangan calon atau tidak. Suntana menuturkan, selama itu melanggar aturan, maka pihaknya tidak segan-segan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

"Polisi tidak pernah begitu (politis), polisi melakukan penyelidikan yang objektif begitu mendapat informasi setelah dilakukan penyelidikan, dan apabila ada unsur pidananya akan ditingkatkan ke penyidikan," imbuhnya.

Lebih lanjut Suntana mengimbau agar masyarakat tidak lagi memasang spanduk serupa yang akan menimbulkan konflik sosial antarmasyarakat, khususnya di DKI Jakarta.

"Yang jelas begini, kita imbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan itu, karena itu menimbulkan suatu konflik yang sosial antara masyarakat yang ada di Jakarta," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming