Image

Kuasa Hukum Ahok Tak Sanggup Jalani Sidang Seminggu Dua Kali

Ferio Pristiawan Ekananda, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 14:18 WIB
Terdakwa Ahok saat sidang di PN Jakut (foto: Antara) Terdakwa Ahok saat sidang di PN Jakut (foto: Antara)
 

JAKARTA – Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan tak sanggup apabila sidang kasus dugaan penistaan agama yang menyeret kliennya dilaksanakan dua kali dalam seminggu.

Hal itu disampaikan salah satu kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudarta, ketika menanggapi pernyataan Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto yang mengharapkan pembacaan vonis bisa dilakukan sebelum bulan suci Ramadan 1438 Hijriah atau sekira Mei 2017.

"Kami tidak keberatan sidang sampai jam 12 malam. Tapi kalau seminggu dua kali, kami enggak mampu," ucap Wayan di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

 Sidang Ke-15 Ahok Hadirkan 3 Saksi Ahli dari Penasihat Hukum

Lantaran dalam mengumpulkan para saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan tidak semudah yang dibayangkan.

Kendati demikian, kuasa hukum Ahok tetap kekeuh untuk menghadirkan 15 saksi lagi dalam persidangan. Sebab, keterangan dari para saksi wajib didengar oleh majelis hakim.

Selain itu, sulitnya apabila persidangan digelar dua kali seminggu akan berdampak pada pengacara dan kuasa hukum Ahok yang juga memiliki perkara lain untuk ditangani.

"Mengumpulkan saksi-saksi ini enggak mudah. Seminggu dua kali ada 25 pengacara. Pengacara ini kan enggak menangani cuma satu kasus," ungkapnya.

Oleh karena itu, Wayan berharap jadwal sidang tidak diubah sampai pembacaan vonis pada Mei 2017.

"Kami ajukan keberatan karena itu berat sekali. Ngatur sidang sulit bukan main kalau digeser. Kan di KUHAP mewajibkan bagi hakim menerima semua usulan ahli atau saksi. Sampai malam enggak masalah supaya enggak menggeser jadwal," terangnya.

 Sidang Ke-15 Ahok Hadirkan 3 Saksi Ahli dari Penasihat Hukum

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming