Image

Ada Isu Sweeping Sopir Agkot, Ojek Online di Depok Diminta Tak Pakai Atribut

Zaimul Haq Elfan, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 14:35 WIB
(foto Zaimul/Okezone) (foto Zaimul/Okezone)

DEPOK - Aksi mogok massal angkutan kota (Angkot) di Bogor ikut berimbas ke Depok, Jawa Barat. Awak angkot trayek 41 jurusan Cibinong-Pal Depok ikut mogok untuk memprotes keberadaan transportasi online.

Suasana makin panas menyusul ada kabar sekelompok sopir angkot menggelar sweeping terhadap ojek online di Jembatan Panus, Sukmajaya, Depok, sejak pagi tadi. Sehingga para driver ojek online pun siaga. Tak jauh dari Jembatan Panus, sekelompok awak ojek online berkumpul.

"Tadi ada isu ada sweeping oleh sopir angkot kepada driver ojek online imbas kejadian (Bogor) semalam," kata Edi Junaidi, seorang driver ojek online kepada Okezone di Depok, Selasa (21/3/2017).

Untuk menghindari hal terburuk, lanjut Edi, pihaknya selalu saling berbagi informasi daerah yang rawan. Mereka juga sudah diminta untuk tidak memakai atribut ojek online dulu sementara.

"Kami berbagi informasi di grub dan juga tidak mengenakkan atribut ojek online seperti helm dan jaket pengenal," ujarnya.

Edi heran kenapa masih saja ada protes atas keberadaan ojek online seperti mereka, padahal aturannya sudah diikuti. "Kami sudah mengikuti peraturan seperti tidak boleh menjemput penumpang di stasiun dan yang lainnya," katanya.

Sementara aparat Polresta Depok masih terus berpatroli untuk mencegah terjadi bentrok antara sopir angkot dan driver ojek online.

Del, sopir angkot 06 jurusan Simpangan Depok-Terminal Depok mengaku, pihaknya menghargai aksi sopir angkot 41 yang sedang mogok beropreasi.

"Kami menghargai rekan 41 yang jalurnya juga bersinggungan dengan kami, kadang penumpang 06 transit ke 41 dan sebaliknya," katanya.

Del mengatakan, tidak mempersalahkan taksi atau ojek online beroperasi asal mengikuti aturan dan bersaing secara jujur. "Kalau ojek online mau narik ya harus sportif, seperti bayar kir, pakai pelat kuning dan izin seperti kami," katanya.

Menurutnya, wajar saja tarif yang dikenakan ojek online lebih murah karena ada aturan transportasi umum yang tidak mereka ikuti.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming