Image

GNPF Sebut Saksi Ahli Bahasa UI Kuatkan Dugaan Niat Ahok Menistakan Agama

Ferio Pristiawan Ekananda, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 16:56 WIB
Ilustrasi Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone) Ilustrasi Basuki Tjahaja Purnama (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seusai memberikan kesaksian, ahli linguistik dari Universitas Indonesia, tim advokat GNPF, Nasrulloh Nasution menyatakan keterangan ahli yang dihadirkan kubu terdakwa dugaan kasus penistaan agama, semakin menguatkan terdakwa Basuki T Purnama (Ahok) telah menistakan agama.

Bahkan, ia menilai keterangan ahli bahasa tersebut, sejatinya menguatkan unsur niatan Ahok dalam menistakan agama Islam.

Menurutnya, Prof. Dr. Rahayu Surtiati sebagai saksi ahli, menyimpulkan perkataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah 51 merupakan hasil pengalaman gagal Ahok di Pilkada Bangka Belitung tahun 2007 silam.

"Lantas, Ahok menuduh, kegagalannya dalam Pilkada tersebut akibat adanya selebaran yang beredar dan berisi seruan agar tidak memilih pemimpin nonmuslim sebagaimana dinyatakan dalam Surat Al Maidah ayat 51," ujarnya di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Ia menambahkan, keterangan saksi ahli tersebut juga menerangkan bahwa tidak ada ruang hampa dalam pikiran terdakwa, sehingga setiap perkataan tidak dapat berdiri sendiri dan selalu berhubungan dengan perkataan sebelumnya.

Karenanya, lanjut Nasrulloh, pengalaman kegagalan Ahok di Pilkada Bangka Belitung 2007 silam akibat Surat Al Maidah 51, menjadi pengalaman buruk yang tak ingin diulang dan disampaikan dalam berbagai kesempatan.

"Pengalaman buruk Ahok dengan Surat Al Maidah 51 itu bukti penguat adanya unsur niat menista agama Islam," katanya.

Sehingga, ini menguatkan fakta dan sesuai dengan keterangan saksi ahli yang dihadirkan JPU yang mengatakan Surat Al Maidah 51 sebagai alat kebohongan.

(muf)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming