Image

Positif Narkoba, Sembilan Petugas Sipir Direhab

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa, 21 Maret 2017 - 05:30 WIB
Kakanwil Kemenkumham Bengkulu (Foto: Demon Fajri/Okezone) Kakanwil Kemenkumham Bengkulu (Foto: Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU - Sembilan petugas sipir di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) Bengkulu, direhabilitasi. Mereka direhabilitasi, lantaran terindikasi positif narkoba setelah adanya tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu.

Sembilan petugas sipir itu, satu orang bertugas di Balai pemasyarakatan (BAPAS) Bengkulu, tiga petugas di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bentiring, Kota Bengkulu dan Lima orang di Lapas Kelas IIA Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Dimana saat ini kesembilan orang tersebut, masih mengikuti proses rehabilitasi dari Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNNP Bengkulu.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) KemenkumHAM Bengkulu, Liberti Sitinjak mengatakan, sembilan petugas itu akan menjalani proses rehabilitasi.

''Hasil belum tahu, hasilnya seperti apa. Sekarang masih berjalan,'' kata Liberti, saat ditemui di Kantor BNNP Bengkulu, Senin 20 Maret 2017.

Mantan Kalapas Nusa Kambangan, Cilacap Jawa Tengah ini menambahkan, jika sembilan orang tersebut bertugas di tiga tempat berbeda. Satu orang, di BAPAS Bengkulu, tiga orang di Lapas Bentiring Kota Bengkulu dan lima orang di Lapas Curup, Rejang Lebong.

Lantas dimana mereka akan di rehab, lanjut Liberti, dirinya belum mengetahui persis lokasi rehab yang akan dijalani kesembilan petugas tersebut. Sebab dirinya masih menunggu hasil tim TAT BNNP Bengkulu.

''Kita tunggu saja,'' jawab Liberti.

Ditemui terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Umum BNNP Bengkulu, M Noor Said menyampaikan, kesembilan pegawai kanwil kemenkumham tersebut mengikuti tahapan rehabilitasi dari TAT.

Dimana, dalam rehabilitasi tersebut kesembilan orang tersebut akan ditanyakan soal sudah berapa lama menggunakan narkoba, serta pertanyaan lainnya berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

''Iya, semuanya sedang mengikuti proses Asesmen dahulu,'' jelas Noor.

Disinggung masalah lokasi rehabilitasi kesembilan orang tersebut, Noor mengatakan, dirinya belum dapat memastikan. Hanya saja, kata dia, tempat rehab tersebut bisa di provinsi.

Seperti, di Pusat rehabilitasi narkoba BNN Cigombong, Lido, Kabupaten Bogor Jawa Barat, lalu di Loka Rehabilitasi BNN Batam, Riau dan di Loka Rehabilitasi Kalianda BNN, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

''Belum tahu dimana akan direhab. Nanti, hasil Asesmen ini akan disampaikan ke KemenkumHAM. Setelah itu baru bisa ditentukan akan direhab dimana,'' jelas Noor.

Dari pantauan Okezone, dalam asesmen yang diikuti oleh sembilan petugas sipir di BNNP Bengkulu, digelar secara tertutup. Dalam Asesmen itu, langsung diawasi oleh Kakanwil KemenkumHAM Bengkulu.

Sebagaimana diketahui, petugas keamanan atau sipir di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Bengkulu, dinyatakan positif narkoba setelah adanya tes urine secara mendadak oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, kepada 125 petugas sipir yang bertugas dan tersebar di 10 Kabupaten/Kota di ''Bumi Rafflesia''

(ulu)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming