Duka Warga Bantaran Sungai Singaraja saat Hari Air Sedunia

Dwi Ayu Artantiani , Okezone · Rabu 22 Maret 2017 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 03 22 525 1649046 duka-warga-bantaran-sungai-singaraja-saat-hari-air-sedunia-iD8dTVxYuT.jpg Sungai Singaraja. (Dwi AA/Okezone)

CIREBON – Peringatan hari air sedunia yang jatuh pada hari ini, Rabu (22/3/2017), menjadi duka bagi warga tinggal disekitar Sungai Singaraja di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ketika hujan datang, Sungai Singaraja selalu meluap dan mengakibatkan banjir.

Kondisi sungainya pun cukup kotor karena banyak sampah disekitar sungai terlebih tidak adanya tanggul untuk penahan air dikala sungai tersebut meluap. Keadaan ini menambah kekhawatiran warga.

Seperti yang dialami salah satu warga bernama Rum (30). Banjir pada beberapa waktu lalu masih menyisakan trauma yang mendalam, rumah yang selama ini ia dan keluarganya tempati seketika tak terlihat akibat terendam banjir, semua barang-barang dan harta benda miliknya rusak dan hilang, bahkan nyawa anaknya pun hampir melayang akibat banjir tersebut.

"Seremlah, banjir kemarin itu banjir yang besar seperti tsunami semuanya terendam," kata dia, Rabu (22/3/2017).

Rum menuturkan banjir yang terjadi di desanya itu sejak 2010, dimana setiap tahunnya selalu dilanda banjir bahkan beberapa tahun terakhir ini banjir yang terjadi di desanya tidak hanya satu kali bisa dua hingga tiga kali banjir.

"Biasanya yang terkena banjir itu di dua blok yaitu blok wage dan kliwon, karena dekat dengan aliran sungai," ungkapnya.

Rum mengaku selalu hawatir ketika hujan datang, pasalnya air di sungai langsung meluap karena adanya air kiriman dari hulu sungai yang berada di Kabupaten Kuningan. Namun kondisi ini, lanjut Rum belum ditangani serius baik oleh masyarakat maupun pemerintah setempat.

"Banjir ya banjir saja, selama ini belum ada gotong royong untuk pembenahan sungai," pungkasnya. (sym)

(fas)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini