Image

Menuju Pembangunan Manusia Indonesia Berkategori Tinggi

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at, 24 Maret 2017 - 18:31 WIB
Staf ahli Menko PMK Bidang Kependudukan, Sonny Harry (foto: Kemenko PMK) Staf ahli Menko PMK Bidang Kependudukan, Sonny Harry (foto: Kemenko PMK)

Laporan pembangunan manusia (human development report/HDR) 2016 yang memuat capaian pembangunan manusia di 188 negara telah diumumkan pada tanggal 21 Maret 2017 lalu, di Stockholm (Swedia) oleh Administrator United Nations Development Programme (UNDP), Helen Clark, Perdana Menteri Swedia, Stefan Löfven, dan lead author Selim Jahan.

Ini sekali lagi mengingatkan kita bersama bahwa ukuran kinerja pembangunan dunia tidak lagi fokus pada kinerja pertumbuhan ekonomi semata, melainkan pembangunan yang berorientasi pada manusia.

Pembangunan manusia merupakan suatu proses untuk memperbanyak pilihan bagi penduduk, kebebasan untuk hidup lebih sehat, lebih berpendidikan, dan menikmati standar hidup yang layak. Namun demikian, sejak pertama kali laporan pembangunan manusia diluncurkan oleh UNDP, selalu muncul berbagai perdebatan dan kontroversi, baik teknis perhitungan IPM maupun peringkat IPM setiap negara.

Berbagai pemberitaan menyoroti adanya penurunan peringkat Indonesia dari peringkat 110 (2015) menjadi 113 (2016). Padahal kenyataannya, angka IPM Indonesia mengalami kenaikan dari 0,684 (2015) menjadi 0,689 (2016). Membandingkan peringkat dan nilai IPM tahun 2015 dengan 2016 kurang tepat.

UNDP dalam laporannya telah menjelaskan, bahwa perbandingan peringkat dan nilai IPM tidak tepat karena adanya perbedaan data dasar (sumber data) yang digunakan, terutama dalam menghitung indeks pendidikan. Untuk lebih jelasnya, perbedaan sumber data dapat dilihat dalam technical notes Human Development Report 2015 dan 2016.

Kita menyadari masih diperlukan berbagai upaya untuk mendukung pembangunan manusia Indonesia. Menurut laporan UNDP, rata-rata lamanya sekolah penduduk dewasa (di atas 25 tahun) di Indonesia masih di angka 7,9 tahun dan ekspektasi lamanya sekolah 12 tahun. Ini menunjukan bahwa akses pendidikan penduduk usia sekolah saat ini lebih baik dibanding dulu. Usia harapan hidup sudah mencapai 69 tahun yang menunjukan adanya perbaikan

Setidaknya ada 3 hal penting yang bisa kita analisis dari pencapaian IPM Indonesia. Pertama, Indonesia mengalami tren positif dimana IPM terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 1,07% per tahun (1990-2015). Kedua, meskipun masih masuk dalam kategori medium human development (pembangunan manusia tingkat menengah), namun Indonesia sudah sangat dekat dengan status high human development.

Kita butuh peningkatan IPM dari 0,689 menjadi 0,700 untuk naik dari status medium menjadi high. Jika Indonesia konsisten dengan pertumbuhan IPM 1,07% per tahun, maka di 2019 kita sudah masuk dalam kategori high human development, ini akan menjadi yang pertama kali dalam sejarah Indonesia.

Ketiga, terkait IPM dengan penyesuaian ketimpangan (inequality adjusted human development index). Semakin tinggi angka ketimpangan, semakin rendah nilai IPM dengan penyesuaian ketimpangan. Presiden Jokowi telah menekankan bahwa fokus pemerintah tahun ini ialah mengatasi ketimpangan. Kita tidak sekadar ingin menaikan indeks pembangunan manusia saja, tetapi juga memastikan bahwa setiap kenaikan IPM mampu menjangkau seluruh penduduk dan keluarga Indonesia.

Kemenko PMK sebagai kementerian yang mengoordinasikan bidang pembangunan manusia secara terus menerus melakukan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan di bidang pembangunan manusia dan pelaksanaannya. Kita ingin terus memastikan bahwa berbagai program pemerintah harus mampu menjangkau seluruh kelompok masyarakat, seluruh wilayah, mengikis ketimpangan dan menciptakan pembangunan yang berkeadilan sosial.

Penulis: Staf Ahli Menko PMK Bidang Kependudukan, Sonny Harry B Harmadi

 

(wal)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming