nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rival Putin Ditangkap di Tengah Demonstrasi Anti-Korupsi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 27 Maret 2017 09:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 27 18 1651837 rival-putin-ditangkap-di-tengah-demonstrasi-anti-korupsi-7svOBGPf2x.jpg Polisi Rusia menahan tokoh oposisi Aleksey Navalny dalam demonstrasi di Moksow. (Foto: Reuters)

MOSKOW - Polisi Rusia menahan sekira 500 orang dalam protes anti-korupsi besar-besaran yang digelar di Moskow. Di antara demonstran yang ditahan terdapat tokoh oposisi dan pengkritik keras Presiden Vladimir Putin, yaitu Aleksey Navalny.

Demonstrasi tersebut melibatkan sekira 8.000 pengunjuk rasa. Meski unjuk rasa berlangsung damai, polisi meminta para demonstran untuk membubarkan diri karena aksi mereka tidak mengantongi izin dari pihak berwenang. Aksi serupa juga direncanakan digelar di setidaknya 100 kota di seluruh Rusia.

Navalny ditahan sesaat setelah muncul dalam demonstrasi di ibu kota Rusia itu dan dijatuhi tuduhan pelanggaran aturan administratif tentang mengatur perkumpulan massa di lokasi publik. Dia diancam hukuman berupa denda, kerja sosial, atau penahanan administratif.

Diwartakan CNN, Senin (27/3/2017), dalam aksi tersebut, Navalny memprotes Perdana Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev yang dinilai telah membuat sebuah kerajaan properti global menggunakan hasil korupsi. Melalui laporan yang dirilis awal bulan ini, dia mengklaim, aset yang dimiliki Medvedev seperti komplek pertanian, apartemen, tempat pembuatan anggur dan aset lainnya didapat dari hasil penyuapan dari oligarki dan pinjaman bank negara.

Navalny menjadi tokoh oposisi populer pada demonstrasi anti-pemerintah di Rusia pada 2011. Dia telah mengumumkan rencananya untuk maju dalam pemilihan umum (pemilu) Rusia yang rencananya berlangsung pada 2018.

Demonstrasi yang terjadi pada Minggu itu digelar di tengah sorotan yang kuat akan keselamatan para pengkritik Presiden Vladimir Putin. Hal ini disebabkan tewasnya mantan anggota Parlemen Denis Voronenkov yang ditembak mati di Kiev pekan lalu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini