nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Ciduk 2 Tersangka Korupsi Dana Bansos

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 30 Maret 2017 14:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 03 30 512 1654559 polisi-ciduk-2-tersangka-korupsi-dana-bansos-TyD5uXs1sZ.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SOLO - Kepolisian Resor Kota Surakarta berhasil mengamankan dua tersangka yang terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) stimulan untuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) 2013 di Solo, dengan total nilai Rp400 juta.

Polisi mengamankan dua tersangka korupsi dana bansos yakni Sri Widaryati alias Genuk (54) warga Singosaren Serengan Solo dan Agung Bon Hidayat (39) warga Mojosongo Jebres Solo selaku Tenaga Kesejahteraan Sosila kecamatan atau pendamping KUBE.

Kapolres Kota Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo mengungkapkan, polisi pertama mengamankan tersangka Sri Widaryati di rumahnya, Rabu kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan Agung Bon, di rumahnya pada pukul 22.00 WIB.

Ia menjelaskan, kedua tersangka tersebut diduga melakukan tindak korupsi dalam memberikan batuan stimulan untuk 20 KUBE di Kota Surakarta melalui anggaran APBN 2013 oleh Kementerian Sosial senilai Rp400 juta.

Kedua tersangka tersebut memprakarsai pembentukan dan mengurus permohonan bantuan KUBE Kota Surakarta.

Namun, kedua tersangka tidak melaksanakan sesuai dengan Peraturan Direkturat Jenderal Pemberdayaat Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Nomor.130/DYS-PK.2/KPTS/03/2013, tentang pedoman pelaksanaan KUBE, per tanggal 28 Meret 2013. 

Menurut Kapolres atas perbuatan kedua tersangka tersebut negara atau Kementerian Sosial RI telah dirugikan sebesar Rp208 juta.

"Kedua tersangka ini, telah memotong dana yang seharusnya untuk 20 KUBE rata-rata Rp1,5 jura hingga Rp2 juta," ucap Kapolres.

Kapolres mengatakan penyidik sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti sejumlah dokumen KUBE, proposal, buku tabungan Simpedes Bank BRI.

Bahkan, lanjut Kapolres kasus dugaan korupsi bantuan bansos stimulan tersebut yang melibatkan dua tersangka kini telah dinyatakan lengkap (P21), dan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

Atas perbuatan tersangka primer dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Undang Undang RI/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP.

Kedua tersangka subsider dijerat Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan atas UU RI juncto Pasal 56 ayat (1e) KUHP.

"Kedua tersangka dapat diamcam hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan dengan maksimal Rp2 miliar," katanya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini