Pasca Nyepi, Warga Karangasem Gelar Tradisi 'Perang Api'

Nurul Hikmah, Jurnalis · Jum'at 31 Maret 2017 04:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 03 31 340 1655102 pasca-nyepi-warga-karangasem-gelar-tradisi-perang-api-Vp03MaGjuB.jpg Perang Api Digelar Warga Karangasem Pasca Perayaan Nyepi (Foto: Nurul/Okezone)

KARANGASEM - Pasca perayaan Nyepi di Desa Adat Jasri, Kecamatan Subagan, Karangasem, warga menggelar tradisi terteran atau perang api pada, Kamis 30 Maret 2017.

Sekira pukul 17.00 Wita, ribuan warga desa tersebut dari anak-anak hingga kakek-kakek, laki-laki dan perempuan semuanya turun ke jalan Ahmad Yani, Desa Adat Jasri, Subagan, Karangasem.

Mereka membawa daun kelapa yang sudah kering dan diikat. Daun tersebut lah yang dipakai untuk perang api. Diawali dengan pecalang membunyikan peluitnya, para pemuda yang dibagi dua kelompok ini langsung saling lempar api.

Bendesa Desa Adat Jasri, I Nyoman Surtitayasa mengatakan, tradisi ini terteran atau perang api ini untuk mengusir sifat butakala atau kejahatan.

Dia menjelaskan, bahwa tradisi ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. "Yang pasti tradisi ini sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Tujuan tradisi supaya butakala tidak mengikuti kita. Kegiatan ini merupakan rangkaian perayaan Nyepi kami," ungkapnya.

Dia menerangkan, sebelum tradisi ini digelar, sebagian warga berkeliling desa, kemudian mengiring bhatara yang turun di rumah pemangku.

"Usai ritual itu, kami langsung menggelar upacara pecaruan di Pantai Jasri. Hal ini untul meminta permohonan keselamatan kepada Ida Shang Hyang Widhi Wasa," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini