Rentetan Aksi Mogok Kerja RSUD M Yunus Bengkulu yang Membuat Pasien Telantar

Demon Fajri, Okezone · Senin 03 April 2017 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 03 340 1657933 rentetan-aksi-mogok-kerja-rsud-m-yunus-bengkulu-yang-membuat-pasien-telantar-zGLc2cojle.jpg Pegawai RSUD M Yunus Bengku mogok kerja (Demon/Okezone)

BENGKULU - Aksi mogok kerja staf dan para medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus, Bengkulu, bukan saja terjadi hari ini. Aksi serupa tercatat sudah berulang kali dilakukan pekerja rumah sakit itu.

Mudahnya pekerja RSUD M Yunus menggelar aksi mogok kerja hanya karena masalah ‘isu kantong’ menuai kritik, karena tiap kali mogok terjadi justru pihak yang paling dirugikan adalah pasien yang butuh perawatan medis. Nyawa mereka dipertaruhkan.

Okezone mencatat, dalam kurun lima tahun terakhir sudah lima kali pekerja RSUD M Yunus menggelar aksi mogok.

Pertama, pada Senin 1 Oktober 2012. Sejumlah perawat, tenaga medis, kompak mogok kerja untuk menuntut peningkatan kesejahteraan. Dampaknya, aktivitas dan pelayanan rumah sakit lumpuh dan pasien telantar beberapa jam.

Setahun kemudian, tepatnya pada Kamis 28 November 2013, tim medis kembali menggelar aksi mogok secara serentak di Indonesia termasuk RSUD M Yunus. Lagi-lagi, aksi itu menyebabkan banyak pasien kecewa karena telantar.

Aksi mogok pekerja RSUD M Yunus juga terjadi pada Kamis 7 Oktober 2015. Pemicunya adalah soal uang lembur piket sore dan malam.

Setahun kemudian, tepatnya pada Senin 24 Oktober 2016, aksi mogok kerja kembali terjadi di RSUD M Yunus sebagai bentuk protes tim medis menuntut penolakan pendidikan dokter layanan primer (DLP). Aksi itu diikuti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bengkulu.

 

Terakhir, aksi mogok kerja terjadi hari ini. Ratusan pegawai RSUD M Yunus mogok kerja karena memprotes gaji mereka untuk bulan ini terlambat dibayar. Meski hanya tiga jam mogok, namun sejumlah pasien telantar. Bahkan beberapa di antaranya ditunda operasi karena terdampak aksi mogok para medis.

''Saya kecewa atas pelayanan ini. Sebab, jadwal operasi yang sudah dijadwalkan satu bulan lalu ditunda gara-gara aksi mogok ini,'' kata Esther, seorang keluarga pasien RSUD M Yunus, Senin (3/4/2017).

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Septi Yuslinah menyayangkan, sikap pekerja RSUD M Yunus yang menggelar aksi mogok kerja sehingga menyebabkan pasien telantar. ''Ada pasien yang batal dioperasi karena aksi mogok, ini sangat kita sayangkan,'' katanya.

Menurutnya, petugas medis memang sudah berkewajiban melayani pasien. Ia tak sepakat bila sedikit ada masalah, para medis justru memilih mogok kerja. “Sangat kita sayangkan,'' tandas Septi.

Sementara itu Kepala Bidang Keperawatan RSUD M Yunus, Hadara membantah, jika aktvitas rumah sakit lumpuh saat aksi mogok kerja pegawai berlangsung. ''Pelayanan tetap jalan seperti biasanya, tidak ada lumpuh,'' ujarnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini