nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inalillahi...Satu Korban Tambang Meledak di Sumbar Meninggal Dunia

Rus Akbar, Jurnalis · Senin 03 April 2017 22:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 03 340 1658047 inalillahi-satu-korban-tambang-meledak-di-sumbar-meninggal-dunia-AY8oZ9TMJV.jpg Ilustrasi meninggal dunia (Foto: Ist)

PADANG - Setelah mendapat perawatan instensif dari RSUP M. Djamil Padang, Sumatera Barat selama enam hari akhirnya Ridwan (38) salah satu korban ledakan tambang CV Bara Mintra Kencana Kota Sawahlunto menghembuskan napas terakhirnya di ruang HCU sekira pukul 17.10 WIB. Korban langsung dibawa ke rumah keluarganya di Sawahlunto sekira pukul 20.30 WIB.

“Tadi kita dapat telefon keluarga di RSUP M. Djamil Padang betul kakak saya sudah meninggal pada pukul 17.10 WIB, kami sekeluarga terjkejut kepergiannya,” ujar Apri Nora adik Ridwan pada Okezone, Senin (3/4/2017).

Korban ledakan tambang ini ada dua orang. Selain Ridwan, Yusrizal (37) juga menjadi korban ledakan dan dirawat di rumah sakit yang sama. “Kami sendiri tidak menyangka bahwa saudara kami ini akhirnya meninggal, padahal kalau dibanding dengan temannya itu lebih parah temannya. Almarhum Ridwan saja sudah bisa bicara kepada keluarga, sudah bersih tubuhnya dari bekas terbakar,” katanya.

Hanya saja, terakhir dia mengeluhkan bahwa bagian perutnya mengalami sakit. “Rencanya malam ini rencananya akan dioperasi, kulitnya yang semuanya bersih itu akan dibersihkan, namun Tuhan berkata lain akhirnya meninggal, dan sekira pukul 20.30 WIB pihak keluarga memberangkatkan jenazah ke tempat kami,” ujarnya.

Pejabat Pemberi Informasi dan Humas RSUP. M. Djamil Padang, Gustafianof membenarkan, pasien yang sedang mereka rawat tersebut sudah meninggal dunia. “Korban memang mengalami luka bakar yang berat serta mengalami gangguan saluran pernapasan setelah menghirup asap sisa pembakaran atau ledakan,” ujarnya.

Pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan maksimal kepada pasien bahwan ada delapan orang dokter merawat pasien korban ledakan tambang. “Tapi kita tidak bisa lagi membantu karena yang di atas berkehendak lain,” ujarnya.

Ledakan tambang batu bara ini terjadi pada Rabu 29 Maret 2017. Dua korban, Ridwan dan Yusrizal sempat di rawat di RSUD Sawahlunto, namun kondisinya begitu parah akhirnya dirujuk ke RSUP M. Djamil Padang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini