Peringati Hari Kemerdekaan Filipina, Duterte Tancapkan Bendera di LCS

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Kamis 06 April 2017 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 06 18 1660573 peringati-hari-kemerdekaan-filipina-duterte-tancapkan-bendera-di-lcs-ZfIpDiUSr3.jpg Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Erik De Castro/Reuters)

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Roa Duterte, kembali mengungkapkan sikap dan pandangannya terkait sengketa Laut China Selatan (LCS). Mantan Wali Kota Davao City itu berencana mengunjungi salah satu pulau (Pulau Thitu) yang diklaim menjadi bagian dari kedaulatan Filipina yang terletak di LCS.

Seperti dimuat Reuters, Kamis (6/4/2017), rencana tersebut bukan isapan jempol belaka. Rodrigo Duterte bahkan berencana menancapkan bendera Filipina serta membentengi Pulau Thitu dengan barak militer. Rencananya kunjungan tersebut akan dilakukan tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan Filipina, 12 Juni 2017.

Pulau Thitu diketahui berada dekat dengan Gugus Karang Subi, salah satu dari tujuh pulau artifisial milik China di Kepulauan Spratly. Negeri Tirai Bambu dituduh melakukan militerisasi di Kepulauan Spratly dengan menempatkan rudal darat-ke-udara bersama persenjataan lainnya.

Beijing dan Manila terlibat sengketa di Laut China Selatan sejak 2012 ketika kapal nelayan Filipina ditolak masuk ke Gugus Karang Scarborough yang diklaim oleh China. Tindakan tersebut membuat Filipina mengajukan gugatan ke Mahkamah Arbitrase Internasional (ICA).

China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan masuk ke wilayah kedaulatannya berdasarkan sembilan garis putus-putus (nine-dashed lines). Negeri Panda juga membangun pulau artifisial untuk memperkuat klaim tersebut. Namun, klaim China itu tumpang tindih dengan wilayah kedaulatan Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Taiwan.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini