Image

Tanker Pengangkut 3.200 KL BBM Tabrakan dengan Kapal Motor di Sungai Kapuas

Ade Putra, Jurnalis · Jum'at, 7 April 2017 - 13:43 WIB
Kapal tanker tabrakan dengan kapal motor di Sungai Kapuas (Foto: Dok. Polda Kalbar) Kapal tanker tabrakan dengan kapal motor di Sungai Kapuas (Foto: Dok. Polda Kalbar)

PONTIANAK - Kapal Motor Rokan Permai yang bermuatan kernel menabrak kapal Tanker Samudra Biru 168 berisi 3.200 kiloliter BBM jenis pertalite dan pertamax di Muara Jungkat, Sungai Kapuas, Kabupaten Mempawah, subuh tadi.

Kecelakaan ini menimbulkan percikan api, tapi beruntung tidak sampai membakar kedua kapal tersebut. Tubrukan kapal menyebabkan bagian samping kapal mengalami kerusakan.

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Sugeng Hadi Sutrisno menerangkan, hasil pemeriksaan awal nahkoda dan awak KM Rokan Permai, kecelakaan air itu terjadi dikarenakan kemudi kapal tidak berfungsi lagi. Saat itu KM Rokan Permai dari Pontianak menuju Dumai.

"Karena kemudi tidak berfungsi, KM Rokan Permai ini mengarah ke kanan. Saat bersamaan dari arah berlawanan ada KT Samudra Biru 168 hendak masuk ke Muara Jungkat. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan itu tak dapat dihindari," kata Sugeng, Jumat (7/4/2017) siang.

Sugeng melajutkan, mengetahui hal tersebut, anggota Satpolair Polres Mempawah, anggota Patroli PAM Alur Ditpolair Polda Kalbar dan anggota Polsek Siantan serta tim Damkar dari Pandu Pontianak mendatangi lokasi untuk segera mengevakuasi kecelakaan air yang tepat di titik koordinat 0°.01'176" N - 109° 15' 652" E tepat di depan PT Era Jaya, KM 10, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

Hasil pendataan sementara, awak pada KT Samudra Biru 168 berjumlah 22 orang itu dikemudikan oleh Junaidi, beserta pandu kapal yang dipimpin oleh seorang nahkoda Ishak. Sedangkan KM Rokan Permai berjumlah 16 orang awak kapal. Dikemudikan oleh Fajri berserta seorang pandu yang dipimpin oleh nahkoda Johanis Viani Rambing.

"Tidak ada korban jiwa. Semua awak kapal dapat dievakuasi oleh anggota. Hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan kedua pihak kapal," terangnya.

Sementara itu, Kasi Tindak Polair Polda Kalbar Kompol Dudung Setyawan, menerangkan proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan saat ini. "Api sudah dapat dipadamkan. Tidak ada korban. Sementara poses lidik dan sidik masih berjalan dangan kordinasi KSOP maupun pelayaran," tegasnya.

Terpisah Area Manager Communication and Relations Kalimantan PT Pertamina (Persero) Alicia Irzanova, memembenarkan kecelakaan pada KT Samudera Biru yang membawa muatan BBM Pertamina di wilayah sungai kapuas tersebut.

"Konsumen diharapkan tidak kuatir, saat ini stok di Terminal BBM Pontianak sangat banyak, mencapai 5,9 juta liter Premium dan 2,3 juta liter Solar. Stok Pertamax akan disupply dari Terminal BBM terdekat yaitu Terminal BBM Sanggau dan Sintang," ujarnya.

Diperkirakan, Minggu (9/4/2017) sudah akan ada supply berikutnya yaitu untuk produk Pertalite dan Pertamax yang saat ini sedang persiapan untuk keberangkatan dari Merak.

"Kecelakan sudah ditangani oleh pihak yang kompeten dan berwenang seperti KSOP, Pelindo dan Pol Airud. Saat ini dilaporkan bahwa api sudah padam dan sedang dalam proses pendinginan. Kargo yang dibawa dilaporkan aman," pungkasnya.

(ris)

  • TAG :

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming