nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkab Kotim Optimistis Kurangi Angka Pengangguran

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 11 April 2017 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 04 11 340 1664254 pemkab-kotim-optimistis-kurangi-angka-pengangguran-79gMZKnkQo.jpg ilustrasi (Foto: Ist)

KOTIM - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), optimistis mampu mengurangi jumlah pengangguran dengan mengoptimalkan pelatihan keterampilan kerja kepada generasi muda daerah itu.

"Ini bukan sebuah mimpi atau khayalan karena Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur telah memproyeksikan sumber daya alam yang sudah dan akan dioptimalkan di daerah dengan jumlah masyarakat produktif di Kabupaten Kotawaringin Timur, masih berbanding lurus," kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim, Sugian Noor di Sampit, Selasa (11/4/2017).

Berdasarkan survei angkatan kerja nasional tahun 2013 hingga 2015, angka pengangguran di Kotawaringin Timur pada 2015 sebesar 3,35% atau 7.273 orang. Berdasarkan hasil proyeksi perencanaan tenaga kerja, pada tahun 2017 angka tersebut menurun menjadi 3,15% atau 6.953 orang menganggur, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kotawaringin Timur tahun 2016-2021.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur selanjutnya akan mengupayakan penurunan angka pengangguran tersebut menjadi 2,30% pada tahun 2021. Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi telah melakukan terobosan-terobosan untuk mengupayakan penurunan angka pengangguran. Salah satu program yang dilakukan tersebut adalah pelatihan keterampilan kerja.

Tahun ini pelatihan kerja dilaksanakan di titik titik potensi peluang usaha, seperti di perusahaan perkebunan dan lokasi lainnya. Harapannya agar peserta dapat terserap oleh kebutuhan kerja di perusahaan atau membuka usaha di perusahaan sesuai keterampilan yang sudah diperoleh.

Program pelatihan keterampilan itu sejalan dengan nawacita program nasional yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Peningkatan produktivitas hanya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas produksi dan kualitas kerja masyarakat melalui program peningkatan produktivitas sumber daya manusia melalui pelatihan kerja atau pemagangan kerja.

"Pelatihan ini bertujuan membentuk masyarakat agar berdaya berdaya saing di pasar kerja yang tersedia dan mengoptimalkan kemampuan yang ada sehingga mampu bersaing dengan masyarakat di luar Kabupaten Kotawaringin Timur," ujar Sugian.

Program pelatihan keterampilan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja maupun ketersediaan sumber daya manusia pelatihan. Anggaran pelatihan keterampilan kerja secara bertahap ditingkatkan dan diprogramkan penyediaan sarana usaha dan permodalan agar yang sudah dilakukan bisa tetap bermanfaat maksimal dengan membuka sendiri peluang usaha dengan melalui kemudahan akses modal dan peralatan.

Sugian meminta perusahaan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam hal kebutuhan lowongan kerja di perusahaan. Perusahaan diharapkan membuka seluas-luasnya akses usaha bagi masyarakat.

Dunia usaha kata dia, juga diminta menjaga harmonisasi dengan masyarakat sekitar dengan perusahaan untuk menghindari terjadinya konflik. Perlu kolaborasi antara program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dengan program penanggulangan kemiskinan daerah yang saat ini menjadi program prioritas daerah.

Ia menegaskan, tujuan investasi yang beroperasi di kabupaten Kotawaringin Timur adalah untuk menggerakkan perekonomian serta membuka kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat. Potensi sumber daya alam yang layak diusahakan secara bisnis, harus diatur oleh pemerintah dalam pemanfaatannya sehingga memberikan dampak yang besar untuk perekonomian masyarakat.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini