Ini Cara Anies Baswedan Ajak Orangtua Terlibat dalam Pendidikan Anak

Iradhatie Wurinanda, · Jum'at 14 April 2017 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 14 65 1667507 ini-cara-anies-baswedan-ajak-orangtua-terlibat-dalam-pendidikan-anak-E7X0F2o9Pz.jpg Foto: Dok. Okezone

JAKARTA - Pendidikan anak ditumbuhkan baik di sekolah maupun lingkungan keluarga. Hal inilah yang menjadi dasar Anies Baswedan mengajak setiap orangtua turut terlibat dalam sekolah. Sehingga, orangtua tak hanya datang ke sekolah ketika mengambil rapor atau saat dimintai sumbangan.

"Orangtua dan guru harus kolaboratif. Supaya kolaboratif, harus ada komunikasi," tuturnya.

Keterlibatan orangtua ini kemudian diwujudkan Anies melalui gerakan hari pertama sekolah (HPS) kala menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Para orangtua diminta mengantarkan anak ke sekolah, termasuk mereka yang bekerja. Gerakan ini sendiri didukung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) serta perusahaan swasta lainnya, sehingga orangtua tak perlu khawatir terlambat datang ke kantor masing-masing.

Kebijakan Anies Baswedan selama menjadi Mendikbud yang juga mendapat sorotan, yakni menghapus masa orientasi siswa (MOS) di tahun ajaran baru. Pria yang turut menginisiasi Indonesia Mengajar itu menilai, tak sepatutnya siswa berangkat ke sekolah mengenakan pakaian dengan berbagai atribut yang tidak perlu.

"Apa yang terjadi setelah kebijakan itu, kini tidak ada lagi anak-anak berangkat dengan baju seperti badut," sebutnya.

Bagi Anies, sekolah harus aman bagi siswa. Sudah cukup ada siswa yang meninggal karena masa orientasi. Menurut dia, satu korban jiwa pun itu sudah terlalu banyak.

"Berkat gerakan ini, alhamdulillah tahun ini nol, tidak ada siswa yang jadi korban. Saya ingin gerakan ini diteruskan, karena kekerasan dalam pendidikan itu praktik masa lalu jangan dulang," tambahnya. (ira)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini