Image

KISAH: Melawan Diktator Dominika, Hidup Trio "Kupu-Kupu" Berakhir Tragis

Emirald Julio, Jurnalis · Jum'at, 21 April 2017 - 08:01 WIB
Inilah kakak-adik Inilah kakak-adik "Kupu-Kupu" yang berjuang melawan kediktatoran di Republik Dominika (Foto: The Vintage News)

PADA sejarah perjuangan melawan diktator di Republik Dominika tercatat nama tiga bersaudari yang kini menjadi ikon perjuangan kaum feminis. Mereka adalah Kakak-Adik Mirabal, yang dijuluki Las Mariposas atau Kupu-Kupu.

Sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Jumat (21/4/2017) Patria Mercedes Mirabal Reyes, Maria Argentina Minerva Mirabal Reyes dan Antonia Maria Teresa Mirabal Reyes terlibat dalam berbagai aktivitas rahasia demi melawan kediktatoran Presiden Republik Dominika Rafael Trujillo.

Di bawah kepemimpinan Trujillo, Republik Dominika berada dalam masa kegelapan. Setidaknya lebih dari 50 ribu orang kehilangan nyawanya akibat perintah sang El Jefe (sebutan Trujillo yang berarti sang Ketua).

Melihat kepemimpinan El Jefe yang kejam, banyak pergerakan di Republik Dominika yang berusaha menggulingkannya. Salah satunya adalah perjuangan kakak-adik Kupu-Kupu.

Ketiganya sebenarnya masih memiliki saudari bernama Dede Mirabal, namun ia tidak terlibat dalam aktivitas trio Kupu-Kupu. Kakak-adik Mirabal lahir dari keluarga petani dan dibesarkan di lingkungan ekonomi menengah. Kakak-adik Kupu-Kupu merupakan perempuan-perempuan yang cerdas mengingat ketiganya mengenyam pendidikan formal, kecuali Dede yang memilih untuk mengurus rumah.

Anak tertua, Patria lahir pada 1924. Ketika masih remaja, orangtuanya menyekolahkan Patria di sekolah Katolik, Colegio Inmaculada Concepcion. Pada usia 17 tahun, Patria keluar dari sekolah tersebut dan menikahi seorang petani, Pedro Gonzales. Dengan bantuan Gonzales, Patria menapaki langkah kakinya dalam perjuangannya melawan rezim Trujillo.

Maria merupakan anak ketiga dari keluarga Reyes. Ia lahir pada 1926 dan ketika ia berusia 12 tahun, Maria ikut bersama Patria untuk mengenyam pendidikan di Colegio Inmaculada Concepcion. Lulus dari sekolah Katolik tersebut, Maria melanjutkan studinya dengan berkuliah di Universitas Santo Dominingo. Di sana ia mengambil jurusan hukum.

Pada 1949, Maria sempat didekati oleh Trujillo hingga sang El Jefe mengajaknya untuk menjalin asmara. Ia pun menolak pendekatan tersebut dan memicu terhambatnya karier Maria di dunia hukum.

“Bagaimana jika saya mengirim orang-orang saya untuk menakklukan Anda?” tanya Trujillo kepada Maria. Tak gentar, Maria merespons pertanyaan itu dengan tantangan, “Dan bagaimana jika saya yang menaklukkan orang-orang Anda?”

(emj)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming